TOPIK
Kejahatan Dimas Kanjeng
-
Ketujuh mahaguru yang ditangkap di Jakarta, selanjutnya diterbangkan dan tiba di Surabaya pada Minggu (6/11/2016) .
-
Mereka yang direkrut Maranata alias Vijay itu, kini sudah ditahan di Mapolda Jatim sejak Minggu (6/11/2016).
-
Para maha guru diringkus di rumah masing-masing di kawsan Tomang Jakarta oleh tim yang dipimpin Kasubdit Jatranas Ditreskrimum Polda Jatim
-
"Semua itu atas pengakuan tersangka Maranata alias Vijay dan penyidik sangat fokus untuk menguak ini semua," ujar Kombes Argo kepada Surya (TRIBUNnews
-
Dalam pertemuan di hotel yang dihadiri para pengikut Taat, Vijay menyeting seolah-olah acara itu dihadiri pihak bank yang diakui sudah kerja sama.
-
Wakil Ketua PN Kraksaan, Basuki Wiyono, tidak menampik pihaknya memberlakukan waktu khusus untuk pelaksanaan sidang pembunuhan Abdul Gani dan Ismail.
-
"Memang sengaja kami terapkan seperti ini. Karena ini sidang khusus artinya banyak yang menantikan. Oleh karena itu, waktu pelaksanaan sidangnya...
-
Para terdakwa pembunuh Abdul Gani dan Ismail, dua pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi memiliki peran berbeda-beda.
-
Sidang perkara pembunuhan dua mantan pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Ismail Hidayah dan Abdul Gani digelar terpisah di PN Probolinggo
-
Penyebabnya, aliran listrik di ruang sidang 1 mati mendadak. Padahal, aliran listrik di ruang sidang lainnya tidak mati.
-
Rabu (2/11/2016) siang Vijay dibawa ke Polda Jatim guna menjalani penyelidikan lebih lanjut.
-
Berkas itu sudah diserahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan Probolinggo, dan rencananya akan mulai disidangkan, Kamis (3/11/2016).
-
Sebelumnya, penyidik telah memeriksa Marwah sebagai saksi, Senin (17/10/2016) lalu.
-
"Terkadang Suparman setor Rp 5 juta, Rp 10 juta sampai Rp 100 juta, dan dia mendapat bagian dari Taat," jelas Kombes Argo.
-
Pemeriksaan kedua kalinya terhadap Marwah ini dijadwalkan, Rabu (2/11/2016) sekitar pukul 10.00 WIB.
-
"Laporan sudah diterima, akan tetapi untuk proses penyidikannya akan dikoordinasikan dengan Polda Jatim, "kata Nanang kepada Surya (TRIBUNnews.com Net
-
“Memang benar dia ditangkap,” ujar Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya AKBP Donny Adityawarman, Sabtu (29/10/2016).
-
Laporan terbaru adalah Muhammad Ali, warga Kudus, Jateng, mantan penasihat hukum Padepokan mengalami kerugian Rp 35 miliar.
-
Terkait dua buah bunker yang ditemukan penyidik, Kombes Argo, mengungkapkan bunker itu ditemukan di dekat rumah istri kedua Taat, Laila.
-
Istri kedua Taat bernama Laila tidak hadir. Rencananya Laila baru bisa memenuhi pemeriksaan penyidik, Selasa (25/10/2016).
-
uang mahar dari ribuan korban ada yang mencapai Rp 200 miliar, Rp 35 miliar diduga dibelikan aset berupa tanah, rumah, mobil dan lainnya.
-
"Penyitaan ini sudah disepakati oleh banyak pihak termasuk pengadilan dan polisi, " kata Wakil Direskrimum Polda Jatim, AKBP Toni Surya Putra kepada S
-
Di rumah utama tersangka otak pembunuhan Ismail Hidayah dan Abdul Gani, penyidik menyita uang Rp 66 juta dan Rp 22 juta di rumah istri ketiga.
-
Bunker itu ditemukan di dua kamar tidur bersebalahan dengan ruang tengah. Kamar yang ada itu terlihat berisi satu kasur tanpa ranjang.
-
Barang bukti uang dari berbagai negara yang diduga palsu itu, Rabu (19/10/2016) diserahkan korban kepada penyidik Ditreskrimum Polda Jatim.
-
Barang bukti uang dari berbagai negara yang diduga palsu itu diserahkan korban ke penyidik Ditreskrimum Polda Jatim, Rabu (19/10/2016).
-
Diduga ia mengajak ribuan orang dari Sulawesi Selatan untuk bergabung menjadi pengikut Dimas Kanjeng.
-
Dari pemeriksaan itu mayoritas penjahit mengaku Taat Pribadi kerap memesan jubah khusus. Jubah pesanannya itu memiliki ciri khas dibandingkan jubah...
-
"Untuk kami, menyesalkan kejadian itu. Ya harusnya kan ngomong kemaslahatan dan kemajuan bangsa."
-
Ya harusnya kan ngomong kemaslahatan dan kemajuan bangsa. Menurut saya itu sebuah kecelakaan. Ya kami berduka