Kejahatan Dimas Kanjeng

Pejabat Bank di Hotel Merlynn Diakui hanya Orang Biasa dan Dia Suruh Pura - pura begini

Dalam pertemuan di hotel yang dihadiri para pengikut Taat, Vijay menyeting seolah-olah acara itu dihadiri pihak bank yang diakui sudah kerja sama.

Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Parmin
surya/anas miftakhudin
Tersangka SP Maranata alias Vijay saat turun dari mobil di Mapolda Jatim, Rabu (2/11/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kedok Dimas Kanjeng Taat Pribadi sebagai otak dugaan penipuan dengan modus penggandaan uang kian kuat.

SP Maranata alias Vijay asal Jakarta yang diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Jatim ngoceh jika dirinya ditugasi menyeting acara di Jakarta dan mencari maha guru.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol RP Argo Yuwono, menjelaskan banyak pengakuan berharga dari pria keturunan India yang ditangkap, Selasa (1/11/2016) malam di Jakarta.

Di antaranya, pertemuan di Hotel Merlynn Park pada 14-10 Maret 2016 lalu, merupakan setingan pemilik Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

"Acara itu diseting oleh Taat dan Vijay disuruh mencari lokasi," tutur Kombes Argo, Jumat (4/11/2016).

Dalam pertemuan di hotel yang dihadiri para pengikut Taat, Vijay menyeting seolah-olah acara itu dihadiri pihak bank yang diakui sudah kerja sama.

Padahal orang yang diberi seragam bank dan hadir di hadapan masyarakat hanya orang biasa.

Peran Vijay lainnya adalah mencari tujuh orang yang diangkat sebagai maha guru oleh pemilik padepokan di Dusun Sumber Cengkelek Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.
Padahal 7 orang yang kini dalam pencarian polisi itu tidak mengerti apa-apa.

"Yang sering disebut Taat adalah Abah Dofir dan Abah Abdurahman. Tapi semua identitas orang yang diangkat sebagai maha guru oleh Taat sudah dikantongi penyidik," paparnya.

Perwira dengan tiga melati di pundak itu menyebut, pengangkatan tujuh orang sebagai maha guru hanya untuk mengangkat atau mengagungkan nama Taat di depan pengikutnya.

Penyidik juga tengah mencari orang yang disebut Abah Gimbal yang katanya berusia 600 tahun lebih dan tugasnya sebagai penunggu 9 gudang gaib.

"Pokoknya segala orang yang berkaitan dengan Taat akan kami periksa. Melihat dari perkembangan yang ada, tujuan Taat bukan untuk memaslahatkan umat," tandasnya.

Dalam penyidikan sementara, tersangka Vijay mengaku kerap menerima uang dari Taat lewat Suryono dan Karimullah. Jumlah uang awalnya yang diakui Rp 2 miliar ternyata lebih.

Namun, berapa jumlah pastinya, Kombes Argo enggan berkomentar.

"Yang jelas sering dan lebih dari Rp 2 miliar. Itu terus dikembangkan penyidik kemana larinya uang," terangnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved