Resmi Teken Akta Spin-Off, InfraNexia Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Digital TelkomGroup
Telkom dan operating company PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) resmi menandatangani akta pemisahan sebagian bisnis dan aset
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
Ringkasan Berita:
- Telkom resmi menandatangani akta spin-off bisnis dan aset wholesale fiber connectivity kepada InfraNexia.
- Spin-off tahap pertama bernilai Rp35,8 triliun, mengalihkan lebih dari 50 persen aset jaringan fiber Telkom.
- Langkah ini mendukung strategi transformasi TLKM 30 dan percepatan pemerataan konektivitas digital nasional.
- InfraNexia beroperasi netral sebagai penyedia wholesale fiber untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia.
SURYA.co.id | SURABAYA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom bersama operating company PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), resmi menandatangani akta pemisahan (deed of spin-off) sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity dari Telkom kepada InfraNexia.
Hal ini merupakan tindak lanjut dari persetujuan pemegang saham independen Telkom melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar secara daring beberapa waktu lalu.
Baca juga: Dirut Telkom Pastikan Layanan Telekomunikasi Optimal Selama Libur Nataru 2025/2026
Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama Telkom Dian Siswarini dan Direktur Utama InfraNexia I Ketut Budi Utama yang disaksikan oleh Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro dan Komisaris Telkom Rizal Mallarangeng di Jakarta.
Kesepakatan ini merupakan tonggak penting bagi penguatan pilar infrastruktur digital yang dimiliki Telkom sekaligus mengakselerasi implementasi strategi transformasi jangka menengah TLKM 30.
Langkah strategis tersebut menegaskan komitmen Telkom dalam mendukung percepatan pembangunan ekosistem konektivitas digital yang merata di Indonesia.
InfraNexia juga diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan baru yang akan memperkuat kinerja perusahaan melalui optimalisasi nilai strategis aset jaringan fiber optik nasional dan peningkatan kualitas layanan infrastruktur digital.
Setelah dilakukan pengalihan sebagian bisnis dan aset wholesale fiber connectivity, InfraNexia akan memiliki lebih dari 50 persen dari total aset infrastruktur jaringan fiber Telkom yang meliputi segmen access, aggregation, backbone serta infrastruktur pendukung lainnya dengan nilai transaksi bisnis dan aset mencapai Rp 35,8 trilliun pada fase spin-off pertama.
Pemegang Saham Pengendali
Sementara itu, fase spin-off kedua ditargetkan akan tuntas sepenuhnya pada tahun 2026 yang akan dilakukan secara transparan, penuh kehati-hatian dengan itikad baik dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Setelah transaksi ini, kepemilikan saham efektif Telkom di InfraNexia meningkat menjadi 99,9999997 persen, mempertegas posisi Telkom sebagai Pemegang Saham Pengendali.
Meski demikian, InfraNexia berkomitmen akan beroperasi secara netral dalam menyediakan layanan wholesale fiber connectivity kepada pelanggan eksternal maupun internal TelkomGroup untuk memastikan tersedianya konektivitas berkualitas tinggi dengan jangkauan luas yang selaras dengan kapabilitas perusahaan.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi transformasi TLKM 30 dalam mengoptimalkan monetisasi aset strategis untuk mempercepat penciptaan nilai.
“Pemisahan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia merupakan langkah strategis untuk meningkatkan fokus bisnis, efisiensi operasional, dan nilai tambah dari aset infrastruktur fiber TelkomGroup," kata Dian dalam rilisnya, Minggu (21/12/2025).
Melalui InfraNexia sebagai entitas yang berfokus penuh pada pengelolaan dan pengembangan bisnis infrastruktur fiber, pihaknya dapat mempercepat penetrasi jaringan, meningkatkan tata kelola wholesale business model dan membuka peluang kemitraan strategis yang mendukung pemerataan konektivitas digital nasional secara lebih efisien.
Dian menambahkan pendekatan yang diadopsi Telkom ini sejalan dengan praktik terbaik di industri secara global.
| Wisata Pantai Papuma Dipadati Pengunjung, Ada yang Pingsan dan Jatuh dari Kendaraan |
|
|---|
| Gus Irfan Memastikan Jadwal Haji 2026 Aman Meski Timur Tengah Memanas |
|
|---|
| Wartawan Katolik Jadi Inisiator Penggunaan Bahasa Indonesia di Vatikan, Simbol Pengakuan Identitas |
|
|---|
| Buku Bersama Mengarungi Zaman Rayakan 75 Tahun Hubungan Indonesia–Vatikan, Trias: Referensi Sejarah |
|
|---|
| Arus Balik Lebaran Masih Padat, KAI Beri Diskon Tiket hingga 1 April 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/AKTA-PEMISAHAN-Direktur-Utama-Telkom-Dian-Siswarini-dan-Dir.jpg)