Keluarga ASN Korban Jambret Tolak Damai, Minta Pelaku Dihukum Seumur Hidup
Keluarga ASN Surabaya korban jambret menolak damai dan mendesak polisi menangkap pelaku yang menyebabkan Widya Riskyanti meninggal dunia.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Keluarga Widya Riskyanti menolak berdamai dan meminta pelaku penjambretan yang menyebabkan korban meninggal dihukum seberat-beratnya.
- Widya meninggal setelah empat hari koma akibat luka berat di kepala usai menjadi korban penjambretan di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya.
- Korban dikenal sebagai tulang punggung keluarga yang rela menunda pernikahan demi membiayai pendidikan dua adiknya.
SURYA.CO.ID SURABAYA - Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Widya Riskyanti, ASN Surabaya yang meninggal dunia usai menjadi korban penjambretan.
Keluarga menolak berdamai dan mendesak polisi segera menangkap pelaku yang dianggap telah merenggut nyawa tulang punggung keluarga.
Keluarga Minta Pelaku Ditangkap dan Dihukum Setimpal
Keluarga Widya Riskyanti (28), ASN Staf Kantor Pertanahan Kota Surabaya II yang meninggal dunia setelah empat hari koma akibat menjadi korban penjambretan di Jalan Kusuma Bangsa, Genteng, Surabaya, menegaskan tidak akan membuka ruang perdamaian bagi pelaku.
Kakak sulung korban, Irma Muslika (33), berharap aparat kepolisian segera mengungkap dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi kejahatan tersebut.
Menurutnya, para pelaku bukan hanya mengambil harta benda milik korban, tetapi juga menyebabkan luka berat di kepala yang berujung pada kematian sang adik setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari.
Baca juga: Kisah Widya Riskyanti, ASN Wanita Surabaya Korban Jambret Maut: Sosok Berbakti
"Ya, semoga cepat ketemu (ditangkap para pelaku), mendapat hukuman setimpal, enggak mau damai, nyawa harus bayar nyawa, kalau bisa seumur hidup," ujarnya kepada TribunJatim.com, Sabtu (13/6/2026).
Irma berharap tidak ada lagi warga Surabaya yang menjadi korban kejahatan serupa.
"Pihak polisi semoga bisa menangkap semua pelaku karena sudah menghilangkan nyawa. Jahat banget, ini sudah. Cukup, ke adik saja, jangan ke yang lainnya," katanya.
Di tengah duka yang mendalam, keluarga juga meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dinilai masih rawan, terutama kawasan minim penerangan dan jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
"Saya minta tolong, kalau di jalan gak ada lampu, tolong dikasih lampu. Jalan rusak juga, diperbaiki, di Jalan Gundih, itu gelap, rawan itu. Buat balapan kadang," terangnya.
Widya Jadi Tulang Punggung Keluarga, Kasus Jambret Jadi Atensi Polisi
Irma menceritakan, dirinya pertama kali mengetahui kabar kecelakaan yang dialami sang adik dari ibundanya. Saat tiba di rumah sakit, kondisi korban sudah sangat parah hingga sulit dikenali karena luka di wajah dan kepala.
Baca juga: Kronologi ASN Wanita Surabaya Tergeletak di Jalan Kusuma Bangsa, Diduga Korban Jambret
Widya kemudian menjalani operasi besar yang berlangsung selama beberapa jam. Namun, kondisinya tidak kunjung membaik dan tetap koma hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (5/6/2026) pukul 15.49 WIB.
"Akhirnya Selasa malam itu operasi. Operasi nunggu 4-5 jam. Akhirnya setelah dioperasi kata dokter itu kondisinya memang sangat parah. Sangat parah, memang kemungkinan kecil lah untuk bisa selamat, tapi dokter menyuruh berdoa gitu," katanya.
Menurut keluarga, Widya dikenal sebagai pribadi pekerja keras dan memiliki kepedulian tinggi terhadap keluarga. Setelah sang ayah meninggal dunia setahun lalu, ia menjadi tulang punggung yang membantu membiayai pendidikan dua adiknya.
Bahkan, Widya disebut rela menunda keinginan untuk menikah demi memastikan kedua adiknya dapat menyelesaikan pendidikan.
korban jambret Surabaya
ASN wanita Surabaya tewas dijambret
ASN wanita korban jambret
surabaya.tribunnews.com
Meaningful
| Drama Hotel di Sampang, Uang Pria Gresik Raib Rp 4 Juta, Usai Menginap Dengan Wanita Ini |
|
|---|
| Pasca Kenaikan Pertamax, Pertalite di Sejumlah SPBU Ponorogo Kosong |
|
|---|
| Eri Cahyadi Menangis Kenang Sosok yang Membesarkannya, Korban Tewas Kejebur Gorong Gorong |
|
|---|
| Alasan Madura United Pertahankan Trio Lini Tengahnya, Jadi Andalan Tim Utama |
|
|---|
| Sosok Uya Kuya, Anggota DPR Sekaligus Artis yang Bantah Isu Terlibat Kasus Korupsi MBG BGN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/korban-jambret-tewas-asn.jpg)