Kamis, 11 Juni 2026

Cuaca Surabaya Hari Ini Kamis 11 Juni 2026: Pagi Berawan, Siang Cerah, Suhu Capai 33 Derajat Celsius

Prakiraan cuaca Surabaya Kamis, 11 Juni 2026 didominasi berawan. Siang hari cerah dengan suhu mencapai 33 derajat Celsius.

Tayang:

Langkah ini ditempuh untuk memperkuat perlindungan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas yang menjadi penyangga utama lingkungan dan sumber daya air di Jawa Timur.

Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Jumadi, mengatakan usulan perluasan kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan fungsi ekologis Tahura R Soerjo yang selama ini berperan penting sebagai kawasan tangkapan air.

“Ini penting karena Tahura R Soerjo merupakan hulu DAS Brantas yang harus kita kelola dan jaga keberlanjutannya,” ujarnya saat diwawancara Surya.co.id, Selasa (9/6/2026).

Saat ini proses pengusulan masih berjalan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih menunggu persetujuan teknis (pertek) dari Perum Perhutani sebelum tahapan berikutnya dilaksanakan.

Setelah pertek diterbitkan, tim terpadu akan melakukan verifikasi lapangan dan mempresentasikan hasilnya kepada Direktorat Jenderal terkait di Kementerian Lingkungan Hidup guna memperoleh persetujuan lanjutan.

Jumadi menjelaskan, Tahura R Soerjo memiliki fungsi strategis karena menjadi sumber berbagai mata air yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sosial maupun kegiatan komersial.

Salah satu pemanfaatan terbaru berasal dari sumber mata air di kawasan Tahura yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah Singosari.

“Saat ini luas Tahura R. Soerjo mencapai 27.868,30 hektare. Pemprov Jatim mengusulkan penambahan kawasan seluas 2.268,29 hektare, yang terdiri atas 1.187,14 hektare areal kerja Perum Perhutani dan 1.081,15 hektare kawasan hutan dengan pengelolaan khusus (KHDPK),” ujarnya.

Menurut Jumadi, perluasan kawasan tidak hanya bertujuan memperkuat fungsi konservasi, tetapi juga mendukung pemulihan ekosistem melalui pembentukan zona penyangga atau buffer zone di sekitar kawasan inti.

Dengan adanya area penyangga, aktivitas masyarakat di sekitar kawasan hutan diharapkan tidak langsung bersinggungan dengan wilayah konservasi utama sehingga perlindungan ekosistem dapat berjalan lebih optimal.

“Harapannya ada area penyangga ini bisa menjadi buffer, sehingga tidak langsung bersinggungan dengan kawasan inti,” katanya.

Tahura R Soerjo sendiri berada di kawasan Pegunungan Arjuno, Welirang, dan Anjasmoro. Kawasan konservasi ini membentang di lima wilayah administrasi, yakni Kabupaten Malang, Pasuruan, Jombang, Mojokerto, Kediri, serta Kota Batu.

Selain mendorong perluasan Tahura R Soerjo, Pemprov Jatim juga tengah mengkaji pengembangan kawasan konservasi baru di sejumlah wilayah lain, termasuk kawasan Gunung Argopuro dan Gunung Kawi.

Untuk kawasan Argopuro, proses masih berada pada tahap kajian awal dan pengamatan lapangan. Pemerintah berencana meningkatkan status kawasan tersebut guna memperkuat perlindungan ekosistem dalam jangka panjang.

“Argopuro masih kami kaji dan amati. Ke depan ada rencana peningkatan status menjadi kawasan konservasi. Selain itu, kawasan Gunung Kawi juga menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan konservasi,” ujar Jumadi.

Ia menegaskan, upaya memperluas dan memperkuat kawasan konservasi di Jawa Timur merupakan bagian dari amanat pembangunan berkelanjutan yang tertuang dalam program Nawa Bhakti Satya.

“Ini menjadi upaya yang diamanahkan oleh Gubernur Jawa Timur dalam nawa bhakti satya yaitu Jatim Lestari,” pungkasnya.

Jadikan SURYA.co.id preferensi beritamu dengan mengklik tautan ini

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved