Rabu, 10 Juni 2026

Pasar Furnitur Global Terus Tumbuh, Indonesia Punya Peluang Besar Kuasai Ekspor

Pasar furnitur global diproyeksikan terus tumbuh. Indowood Expo 2026 menjadi momentum industri nasional memperluas ekspor.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
DIBUKA - Resmi dibuka pameran Indonesia Forestry and Woodworking Machinery Expo (Indowood Expo) 2026 di Grand City Convex, Surabaya, Kamis (4/6/2026). (Foto HIMKI) 

Ringkasan Berita:
  • Pasar furnitur global diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan dan menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing 
  • Indowood Expo 2026 di Surabaya menjadi ajang strategis yang mempertemukan pelaku industri, teknologi, investasi, dan inovasi 
  • Pelaku industri didorong mempercepat adopsi teknologi, meningkatkan produktivitas dan efisiensi, serta membangun kolaborasi 


SURYA.CO.ID SURABAYA – Industri furnitur Indonesia mendapat angin segar seiring proyeksi pertumbuhan pasar furnitur global dalam beberapa tahun mendatang.

Momentum ini dinilai menjadi peluang strategis bagi pelaku industri nasional untuk meningkatkan daya saing, memperluas pasar ekspor, sekaligus mempercepat transformasi teknologi manufaktur.

Optimisme tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Percepatan Transformasi Industri 4.0, Dr. Andi Rizaldi, saat membuka Indonesia Forestry and Woodworking Machinery Expo (Indowood Expo) 2026 di Grand City Convex Surabaya, Kamis (4/6/2026).

"Pasar furnitur global diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun kedepan. Hal ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pangsa pasar ekspor," kata Andi.

Menurutnya, peluang tersebut harus direspons dengan peningkatan produktivitas, kualitas produk, efisiensi proses produksi, serta percepatan adopsi teknologi dan inovasi manufaktur di sektor furnitur dan pengolahan kayu.

Baca juga: Wabup Situbondo Lepas Ekspor Furnitur dan Kerajinan, Semangati Perajin Lokal Terus Berinovasi

Kinerja industri manufaktur nasional yang terus menunjukkan tren positif turut memperkuat optimisme tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai US$66,85 miliar. Dari jumlah itu, sektor industri pengolahan menyumbang US$54,98 miliar atau 82,25 persen dari total ekspor nasional.

Capaian tersebut tumbuh 3,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menegaskan peran penting industri manufaktur, termasuk furnitur dan pengolahan kayu, dalam menopang kinerja ekspor nasional.

Indowood Expo 2026 yang berlangsung hingga Sabtu (6/6/2026) menjadi wadah strategis bagi pelaku industri untuk memperluas jejaring bisnis, menarik investasi, serta mempercepat pemanfaatan teknologi modern guna meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Teknologi dan Kolaborasi Jadi Kunci Daya Saing

Diselenggarakan oleh Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) bersama Dyandra Promosindo dan Pablo Publishing & Exhibition, Indowood Expo 2026 menghadirkan berbagai inovasi mesin, teknologi, serta solusi manufaktur terkini yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan industri.

Pameran yang menempati area seluas 4.000 meter persegi tersebut menghadirkan puluhan merek dari dalam dan luar negeri yang menampilkan teknologi modern untuk meningkatkan presisi, produktivitas, dan kualitas hasil produksi industri kayu serta mebel nasional.

Baca juga: HIMKI Jatim Dorong Daya Saing Furnitur Lokal di Tengah Gempuran Produk Impor Murah

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Jumadi, menilai Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri furnitur nasional.

Dukungan ekosistem industri yang kuat, jaringan logistik yang terintegrasi, serta aktivitas perdagangan yang terus berkembang menjadi modal penting bagi pertumbuhan sektor tersebut.

"Jatim memiliki ekosistem industri yang sangat potensial untuk mendukung pertumbuhan sektor furnitur dan pengolahan kayu. Dengan dukungan pelaku usaha, asosiasi, pemerintah, serta penyedia teknologi, kami optimistis industri ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah maupun nasional," ungkap Jumadi.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menegaskan bahwa Indowood Expo tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang kolaborasi antara industri, teknologi, investasi, dan inovasi.

Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menekankan bahwa kemampuan berinovasi dan beradaptasi dengan teknologi menjadi faktor penting untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved