SURYA Kampus
Mahasiswa ITS Kembangkan Hi-VITS, Deteksi Dini Kebakaran Akibat Listrik
Hi-VITS, sistem mitigasi pintar yang mampu mendeteksi potensi kebakaran akibat gangguan instalasi listrik secara real time.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Mahasiswa ITS mengembangkan Hi-VITS sebagai sistem mitigasi pintar pendeteksi potensi kebakaran listrik
- Teknologi ini mampu mendeteksi gangguan busur listrik yang tidak teridentifikasi oleh MCB konvensional
- Sistem memberikan peringatan dini kepada pengguna sebelum melakukan pemutusan aliran listrik otomatis
- Inovasi Hi-VITS berhasil menjuarai Startup World Cup Regional Malang dan akan mewakili Indonesia di Silicon Valley
SURYA.co.id, SURABAYA – Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan inovasi bernama Hi-VITS, sistem mitigasi pintar yang mampu mendeteksi potensi kebakaran akibat gangguan instalasi listrik secara real time.
Teknologi tersebut dirancang sebagai pelengkap sistem pengaman listrik konvensional berupa Miniature Circuit Breaker (MCB).
Berbeda dengan pengaman standar yang umumnya hanya merespons arus berlebih atau korsleting, Hi-VITS mampu mendeteksi arc condition atau gangguan busur listrik yang kerap menjadi pemicu kebakaran namun sulit teridentifikasi oleh perangkat konvensional.
Mekanisme Peringatan Dini
Salah satu anggota tim Hi-VITS, Ananda Aullia Nayaka menjelaskan, sistem yang dikembangkan mengedepankan mekanisme peringatan dini sebelum melakukan pemutusan aliran listrik secara otomatis.
“Sistem kami tidak langsung memutus aliran listrik, tetapi memberi peringatan terlebih dahulu kepada pengguna,” ujar mahasiswa Program Studi Inovasi Digital Departemen Sistem Informasi ITS yang akrab disapa Nanda kepada SURYA.co.id, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Vectra Expo 2026 ITS Hadirkan Solusi Teknologi untuk Lingkungan dan Tata Kota
Menurut dia, mekanisme tersebut memungkinkan pengguna melakukan pengecekan dan langkah pencegahan tanpa harus mengalami pemadaman listrik secara mendadak.
Pemutusan aliran listrik baru dilakukan ketika kondisi telah mencapai tingkat yang membahayakan.
“Pemutusan listrik otomatis baru dilakukan ketika kondisi sudah berada pada tahap yang berbahaya,” katanya.
Selain mengutamakan aspek keselamatan, pengembangan Hi-VITS juga mempertimbangkan kebutuhan pengguna dari sisi operasional.
Tim berupaya menghadirkan teknologi yang dapat meningkatkan perlindungan terhadap risiko kebakaran listrik tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari, baik di bangunan hunian maupun industri.
Kajian Kebutuhan Pasar
Ketua Tim Hi-VITS, Khoirul Anam, mengatakan pengembangan teknologi tersebut juga disertai kajian kebutuhan pasar agar inovasi yang dihasilkan dapat diterapkan secara luas.
“Validasi produk dan pasar menjadi hal penting agar inovasi yang dikembangkan benar-benar dapat diterima dan digunakan secara luas,” ungkap mahasiswa Program Magister Teknik Elektro ITS tersebut.
Pengembangan Hi-VITS melibatkan kolaborasi multidisiplin mahasiswa ITS.
Tim terdiri atas Khoirul Anam, Abdullah Alfin Holis, Marcello Akrama Putra, dan Akmal Zuhdi dari Departemen Teknik Elektro, Alzena Cheiryl Violney dari Departemen Teknik dan Sistem Industri, serta Ananda Aullia Nayaka dari Program Studi Inovasi Digital Departemen Sistem Informasi.
Wakili Indonesia di Kompetisi Internasional
| Fakultas Kedokteran UTM Resmi Dibuka, Langsung Buka Jalur Mandiri dengan Kuota Terbatas |
|
|---|
| UTM Buka Fakultas Kedokteran, PB IDI : Banyak Puskemas Kekurangan SDM Dokter |
|
|---|
| Wawancara Eksklusif Rektor Untag Surabaya Jelang Hari Lahir Pancasila 1 Juni |
|
|---|
| Sosok Rima Ristiarni, Lulusan Pertama Prodi S2 PPKn Unesa Berpredikat Cumlaude |
|
|---|
| Sosok Angel Wisudawan Termuda ITB yang Lulus S1 di Usia 20 Tahun, Dikenal Aktif dan Disiplin |
|
|---|