Minggu, 7 Juni 2026

Berita Viral

Tunawisma Jadi PR Kota Surabaya, Wakil Wali Kota Armuji Minta Netizen Tak Sekadar Viralkan

Armuji meminta warga tidak hanya memviralkan keberadaan tunawisma di Surabaya, tetapi juga menyertakan lokasi dan waktu yang jelas.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
Surya.co.id/Nuraini Faiq
TUNAWISMA - Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Wakil Wali Kota Surabaya Armuji meminta masyarakat tidak sekadar memviralkan keberadaan tunawisma di ruang publik. Ia berharap setiap laporan disertai informasi lokasi dan waktu yang jelas agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas 

Ringkasan Berita:
  • Armuji meminta warga menyertakan lokasi dan waktu yang jelas saat melaporkan keberadaan tunawisma.
  • Pemkot Surabaya mengaku kesulitan menindaklanjuti unggahan viral yang tidak dilengkapi informasi detail.
  • Penanganan tunawisma disebut membutuhkan kolaborasi pemerintah dan masyarakat hingga tingkat kampung.

 

SURYA.CO.ID - Keberadaan tunawisma yang masih memanfaatkan fasilitas umum sebagai tempat tinggal sementara menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemerintah Kota Surabaya.

Menanggapi sebuah video yang mendadak viral di media sosial terkait para tunawisma yang kedapatan tidur di trotoar jalanan kota, Pelaksana Harian (Plh) sekaligus Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, langsung angkat bicara.

Armuji menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Namun, ia juga meminta netizen dan masyarakat tidak sekadar memviralkan video tanpa menyertakan detail informasi yang jelas.

“Kalau saya tahu pasti langsung saya datangi, cuma kan kadang enggak diberi keterangan lokasinya di mana dan ditemukan berapa itu yang susah,” kata Pelaksana Harian (Plh) Surabaya itu di Balai Kota, Minggu (31/5/2026).

Menurut Armuji, ketidaklengkapan data berupa lokasi presisi dan waktu dalam unggahan di media sosial kerap menjadi kendala utama bagi petugas di lapangan untuk melakukan penertiban atau pemberian bantuan secara cepat.

“Biar kita bisa langsung ke sana. Kadang orang cuma sekadar upload tanpa dituliskan nama jalannya di mana, jam berapa, bisa jadi mereka hanya singgah atau memang menetap,” jelasnya.

Baca juga: WNA Jerman Dijambret di Wisata Kota Lama Surabaya, Pelaku Dibekuk Berkat Rekaman Video Call

Fokus Penataan Kota yang Berkelanjutan

Persoalan tunawisma jalanan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkot Surabaya.

Sementara, saat ini Pemkot Surabaya tengah gencar melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidup warga secara makro.

Mulai dari memperluas ruang terbuka hijau hingga memperkuat pengelolaan sampah melalui Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan rumah kompos.

Armuji mengungkapkan bahwa volume sampah yang berhasil dikelola kota ini sudah sangat masif demi kenyamanan warga.

Armuji menyebut, setiap hari sebanyak 168,62 ton sampah diolah di Surabaya.

“Sementara itu, pengelolaan sampah melalui pembangkit tenaga listrik sampah mampu mengelola sampah sampai dengan 1.600 ton per hari dan menghasilkan total kapasitas energi hingga 11 megawatt per hari,” terangnya.

Selain urusan kebersihan dan energi, pembenahan tata kota untuk mengatasi banjir juga terus digenjot melalui pembangunan dan pemeliharaan saluran drainase sepanjang lebih dari 273,3 kilometer, yang berhasil mengurangi 295 lokasi titik banjir di Surabaya.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved