Senin, 1 Juni 2026

Berita Viral

BGN Ubah Aturan: MBG Kini Cuma 5 Hari Seminggu Biar Lebih Hemat

Badan Gizi Nasional mengubah jadwal pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam hari menjadi lima hari per minggu mengikuti hari sekolah.

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
Surya.co.id/Bobby Constantine Koloway
ATURAN BARU MBG - Siswa penerima sedang menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini dibagikan lima hari per minggu mengikuti jadwal sekolah 

Ringkasan Berita:
  • BGN mengurangi distribusi MBG dari enam hari menjadi lima hari per minggu.
  • Sistem paket makanan bawaan (bundling) saat hari libur resmi dihapus.
  • Pemerintah menegaskan efisiensi anggaran tidak akan mengurangi kualitas gizi.

 

SURYA.CO.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah jadwal pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jika sebelumnya diberikan enam hari dalam seminggu, sekarang dikurangi menjadi lima hari saja mengikuti hari sekolah.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa hal ini dilakukan untuk mendukung penghematan anggaran pemerintah.

“Salah satu bentuk dukungan BGN adalah melakukan perubahan pola pendistribusian MBG yang semula enam hari menjadi lima hari," jelas Sony Sanjaya, dikutip dari Kompas TV, Selasa (26/5/2026).

Sony menegaskan bahwa ke depannya, anak sekolah hanya akan mendapatkan jatah makan saat mereka berada di sekolah untuk belajar.

“Konsepnya adalah MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Jadi kalau siswanya libur atau ada kegiatan di luar sekolah, maka tidak diberikan MBG,” ucapnya.

Selain itu, BGN juga menghapus sistem "bundling" atau paket makanan yang dibawa pulang saat hari libur. Sony menjelaskan perbedaannya dengan sistem yang lama.

"Kalau sebelumnya ada bundling, misalnya hari Rabu dan Kamis libur, maka hari Selasa makanan untuk hari libur ikut dibagikan dalam bentuk paket bawaan. Nah sekarang sudah tidak lagi,” terangnya.

Meski jadwalnya berubah dan lebih hemat, Sony menjamin kualitas gizi anak-anak tidak akan berkurang sama sekali.

“Tidak ada pengurangan nilai. Yang dilakukan adalah penyesuaian pola distribusi agar lebih efektif dan efisien,” pungkasnya.

Baca juga: Bukan Kritik Biasa, Pengamat Sebut Serbuan Netizen ke Prabowo Dinilai Operasi Digital Berbiaya Mahal

Menkeu Purbaya Pangkas Anggaran MBG

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pengurangan anggaran dalam program pemenuhan gizi bukan merupakan kebijakan yang diambil secara sepihak.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan berdasarkan arahan langsung Presiden sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara.

“Penghematan tertentu sesuai instruksi presiden, sehingga dana Badan Gizi Nasional bisa dipakai lebih efektif dan efisien. Yang penting tetap memberi makan murid-murid sekolah,” ujar Purbaya.

Di tengah kabar pemangkasan anggaran yang cukup besar, Badan Gizi Nasional (BGN) mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved