Jumat, 12 Juni 2026

Rapor Gemilang Surabaya, Dari Stunting 0,59 Persen hingga Ekonomi Tumbuh 5,87 Persen

Pada HJKS ke-733, Armuji memaparkan capaian Surabaya mulai IPM tertinggi di Jatim, ekonomi tumbuh 5,87 persen hingga kemiskinan menurun.  

Tayang:
Surya.co.id/Bobby Constantine Koloway
HARI JADI SURABAYA — Upacara Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 yang digelar di Halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026), berlangsung khidmat dan semarak. 

"Di tengah ketidakpastian global tersebut, ekonomi Kota Surabaya tetap tumbuh kuat. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi bergerak positif dan Surabaya tetap menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Jawa Timur," ujar Armuji yang juga menjabat Wakil Wali Kota Surabaya.

Kinerja ekonomi tersebut diikuti kondisi inflasi yang terkendali pada angka 2,96 persen. Sementara tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 3,56 persen dari sebelumnya 3,96 persen.

Menurut Armuji, capaian tersebut menunjukkan pembangunan ekonomi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Pemerintah Kota Surabaya juga terus memperkuat pembangunan infrastruktur dan lingkungan. Dalam pengelolaan sampah, Surabaya berhasil mengurangi timbulan sampah hingga 168,62 ton per hari melalui pengoperasian TPS 3R dan rumah kompos.

Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo mampu mengolah hingga 1.600 ton sampah per hari dan menghasilkan energi listrik sekitar 11 megawatt.

Di sektor pengendalian banjir, sepanjang 2025 Pemkot Surabaya melakukan pembangunan dan pemeliharaan saluran drainase di 2.535 lokasi serta membangun tujuh rumah pompa baru untuk mengurangi genangan.

Untuk mendukung kualitas permukiman, sebanyak 11.294 rumah tidak layak huni telah diperbaiki. Hingga 2025, jumlah penerangan jalan umum yang terpasang juga mencapai 123.306 titik di seluruh wilayah kota.

Meski berbagai capaian berhasil diraih, Armuji mengingatkan masih banyak tantangan yang harus dihadapi bersama, mulai dari perubahan ekonomi global, pengelolaan sampah, kemiskinan, hingga dampak perubahan iklim.

"Surabaya harus menjadi rumah bersama yang aman, rukun, dan membahagiakan bagi semua. Pancasila harus menjadi kekuatan pemersatu kita, gotong royong menjadi cara kerja kita, dan keadilan sosial menjadi tujuan pembangunan kita. Dengan Pancasila yang kuat, Surabaya akan semakin hebat," katanya.

Usai upacara, rangkaian HJKS ke-733 dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Armuji. Potongan tumpeng pertama diserahkan kepada Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, sebagai simbol sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam membangun Kota Pahlawan.

Syaifuddin turut mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat gotong royong dan toleransi yang menjadi identitas Surabaya sejak dahulu.

"Surabaya adalah Kota Pahlawan yang lahir dari semangat perjuangan. Karena itu, gotong royong dan toleransi harus terus kita jaga," kata Syaifuddin Zuhri.

Ia menegaskan DPRD akan terus mendukung berbagai program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan perbaikan rumah tidak layak huni.

"Harapan kami, Surabaya terus berkembang menjadi kota yang humanis, modern, dan menjadi kebanggaan bagi generasi mendatang. DPRD akan terus mendorong program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

Peringatan HJKS ke-733 juga diwarnai pembacaan sejarah berdirinya Kota Surabaya serta penampilan Panji Surya Sembada sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah dan penguatan semangat kebersamaan dalam membangun Surabaya yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved