Minggu, 31 Mei 2026

Rapor Gemilang Surabaya, Dari Stunting 0,59 Persen hingga Ekonomi Tumbuh 5,87 Persen

Pada HJKS ke-733, Armuji memaparkan capaian Surabaya mulai IPM tertinggi di Jatim, ekonomi tumbuh 5,87 persen hingga kemiskinan menurun.  

Tayang:
Surya.co.id/Bobby Constantine Koloway
HARI JADI SURABAYA — Upacara Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 yang digelar di Halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026), berlangsung khidmat dan semarak. 

Ringkasan Berita:
  • Dalam HJKS ke-733, Armuji menyebut semangat Kampung Pancasila menjadi fondasi berbagai keberhasilan pembangunan Kota Surabaya.
  • Surabaya mencatat IPM tertinggi di Jawa Timur sebesar 85,65, pertumbuhan ekonomi 5,87 persen, kemiskinan turun menjadi 3,56 persen, dan stunting 0,59 persen pada 2025.
  • Pemkot terus memperkuat layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pengelolaan sampah, dan pengendalian banjir untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.


 
SURYA.CO.ID SURABAYAHari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang sekaligus capaian pembangunan Kota Pahlawan.

Dalam upacara yang berlangsung khidmat di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026), Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Armuji memaparkan berbagai keberhasilan pembangunan yang disebut lahir dari semangat persatuan dan nilai-nilai Pancasila yang hidup di tengah masyarakat.

Mewakili Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang sedang menunaikan ibadah haji, Armuji menegaskan bahwa kekuatan utama Surabaya bukan hanya terletak pada pembangunan fisik, melainkan pada budaya gotong royong yang tumbuh dari lingkungan kampung hingga ruang-ruang pelayanan publik.

Kampung Pancasila Jadi Fondasi Kemajuan Surabaya

Dalam amanatnya sebagai inspektur upacara, Armuji menegaskan peringatan HJKS bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, hari jadi kota harus dimaknai sebagai pengingat akan jati diri Surabaya yang dibangun atas persatuan seluruh elemen masyarakat.

Baca juga: 733 Penari Remo Melenggang Di Balai Kota Surabaya, Bentuk Angka Ikonik HJKS Ke733

"Surabaya bukan hanya peringatan bertambah usia kota. Hari ini adalah momentum untuk merayakan kembali jati diri Surabaya sebagai kota yang berdiri kuat karena persatuan bangsa," kata Armuji.

Ia menilai berbagai capaian pembangunan yang diraih saat ini merupakan hasil kerja bersama seluruh warga Surabaya.

"Surabaya besar bukan karena orang-orang atau satu kelompok, tetapi karena kita semua. Dari kampung, balai RW, sekolah, pasar, tempat ibadah hingga ruang pelayanan publik, semuanya bergerak dengan semangat yang sama untuk membangun Surabaya," ujarnya.

Menurut Armuji, nilai-nilai Pancasila yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui budaya saling membantu, pelayanan publik yang responsif, serta kepedulian sosial antarwarga telah menjadi fondasi pembangunan kota.

"Dalam Kampung Pancasila, warga saling menolong ketika ada tetangga yang membutuhkan, pemerintah hadir melayani, dan masyarakat bersama-sama menjaga keamanan. Di situlah Pancasila bekerja," katanya.

Semangat tersebut, lanjutnya, tercermin dalam berbagai indikator pembangunan yang terus menunjukkan tren positif. Salah satunya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya yang mencapai 85,65 pada tahun 2025 dan menjadi yang tertinggi di Jawa Timur.

Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun, Infrastruktur Terus Diperkuat

Di sektor kesehatan, Pemerintah Kota Surabaya kini memiliki tiga rumah sakit umum daerah yang melayani masyarakat. Layanan kesehatan juga diperkuat melalui program satu RW satu tenaga kesehatan, satu ambulans di setiap wilayah, 63 puskesmas dengan integrasi layanan primer, serta 2.191 posyandu keluarga.

Baca juga: Rayakan HJKS ke-733, Ubhara X Greebel Hadirkan Surabaya Berwarna 2026

Penguatan layanan tersebut berkontribusi pada keberhasilan menekan prevalensi stunting hingga 0,59 persen pada tahun 2025.

Pada bidang pendidikan, Pemkot Surabaya terus memperluas akses pendidikan 13 tahun bagi seluruh anak. Sebagai bentuk dukungan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah memberikan Beasiswa Pemuda Tangguh kepada 16.801 siswa SMA, SMK, dan MA serta 5.874 mahasiswa.

Selain itu, empat Rumah Anak Prestasi terus dikembangkan sebagai wadah pembinaan bakat dan kreativitas generasi muda.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Surabaya juga mencatatkan kinerja ekonomi yang positif. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,87 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp830,54 triliun.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved