Kamis, 28 Mei 2026

Idul Adha 2026

Penjualan Hewan Kurban Surabaya Melejit 45 Persen, Sapi Madura Paling Diburu

Penjualan sapi kurban di Surabaya 2026 naik 45 persen. Sapi Madura ludes terjual seiring ketatnya pengawasan DKPP dan jaminan bebas PMK.

Tayang:
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Bobby Constantine Koloway
IDULADHA 2026 - Pedagang hewan kurban di Surabaya tengah menunggu pembeli, Rabu (27/5/2026). Penjualan hewan kurban di Kota Pahlawan pada Iduladha 2026 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Kondisi kesehatan ternak yang relatif aman dan menurunnya kekhawatiran masyarakat terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK), menjadi salah satu faktor utama kenaikan penjualan. 

Ringkasan Berita:
  • Penjualan hewan kurban di Surabaya meningkat 45 persen didorong oleh rasa aman masyarakat terhadap status bebas PMK.
  • Pedagang asal Madura melaporkan hampir 100 persen stok sapi mereka terjual dengan puncak transaksi pada H-1 Iduladha.
  • DKPP Surabaya telah memeriksa lebih dari 13.000 ekor ternak di 242 lapak untuk menjamin kesehatan hewan kurban melalui SKKH.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Geliat ekonomi menjelang Hari Raya Iduladha 2026 di Kota Surabaya menunjukkan tren positif yang signifikan, ditandai dengan lonjakan penjualan hewan kurban hingga mencapai 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pulihnya kepercayaan masyarakat pasca-terkendalinya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta ketatnya pengawasan kesehatan ternak, menjadi kunci utama di balik meroketnya transaksi di sejumlah lapak pedagang.

Salah seorang pedagang kawakan asal Sumenep, Sudahnan, menjadi salah satu saksi hidup lonjakan ini. Ia mengungkapkan, bahwa animo masyarakat untuk berkurban tahun ini jauh lebih tinggi.

"Alhamdulillah, penjualan meningkat signifikan. Jika dibandingkan tahun kemarin, kenaikannya mencapai sekitar 45 persen," ujar Sudahnan saat ditemui SURYA.co.id di lapak dagangannya, di kawasan Surabaya, Rabu (27/5/2026).

Puncak Penjualan dan Dominasi Sapi Madura

Sudahnan menyebutkan, bahwa momentum puncak pembelian terjadi pada H-1 Iduladha, tepatnya pada Selasa (26/5/2026). Dalam satu hari tersebut, ia mampu melepas 15 ekor sapi ke tangan pembeli. Dari total 58 ekor sapi yang ia datangkan langsung dari Pulau Madura, hampir seluruhnya telah ludes terjual.

Sapi Madura sendiri dikenal sebagai primadona bagi warga Jawa Timur, khususnya Surabaya. Selain harganya yang kompetitif, sapi Madura memiliki kualitas karkas yang tinggi dan tulang yang relatif lebih kecil dibandingkan jenis lainnya.

Sudahnan yang sudah 10 tahun berjualan hewan kurban di Surabaya, menegaskan bahwa ia tidak berani menambah stok lagi meski permintaan masih ada.

"Kalau sudah habis ya selesai, saya tidak berani ambil risiko menambah stok di menit-menit terakhir," imbuhnya.

Strategi Perawatan dan Keamanan dari PMK

Kondisi kesehatan ternak menjadi faktor determinan tahun ini. Jika pada tahun 2025 lalu kekhawatiran akan virus PMK masih menghantui, tahun 2026 ini situasinya jauh lebih landai.

Sudahnan menerapkan standar perawatan ekstra untuk menjaga kepercayaan pelanggan tetap tinggi.

Salah satu rahasia unik Sudahnan adalah penyajian air minum matang bagi hewan-hewannya.

"Di sini, air minum sapi saya masak terlebih dahulu. Konsumen senang melihat sapi-sapi ini dirawat secara khusus dan bersih. Itu yang membuat mereka kembali lagi setiap tahun," ungkapnya.

Hal ini membuktikan, bahwa aspek Experience dalam pelayanan menjadi nilai tambah di tengah persaingan pedagang hewan kurban.

Pengawasan Ketat Pemkot Surabaya

Untuk menjamin keamanan pangan asal hewan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melakukan langkah preventif yang masif.

Kepala DKPP Surabaya, Nanik Sukristina, menegaskan bahwa setiap hewan yang masuk ke Kota Pahlawan harus melalui filter kesehatan yang ketat.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved