Selasa, 2 Juni 2026

Idul Adha 2026

Bupati Jember Pastikan Hewan Kurban Sehat, Tim Dokter Hewan Sisir 31 Kecamatan

Pemkab Jember jamin hewan kurban sehat & bebas PMK menjelang Idul Adha 2026. Gus Fawait terjunkan tim medis ke 31 kecamatan.

Tayang:
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumentasi Diskominfo Jember
EDUKASI - Petugas veteriner Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, memberikan edukasi kesehatan hewan kurban kepada warga. Pemkab Jember memastikan hewan kurban yang beredar menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular. 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Jember Gus Fawait menjamin kesehatan hewan kurban di 31 kecamatan bebas dari penyakit menular seperti PMK dan LSD.
  • DKPP Jember menerapkan sertifikasi kelayakan dan pengetatan lalu lintas ternak di perbatasan wilayah untuk cegah wabah.
  • Momentum Idul Adha di Jember diproyeksikan menjadi stimulus ekonomi bagi peternak, jasa transportasi, hingga UMKM lokal.

SURYA.CO.ID, JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur (Jatim), mengambil langkah proaktif untuk memastikan keamanan pangan dan kelayakan ibadah kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, memberikan jaminan mutlak, bahwa seluruh hewan kurban yang beredar di wilayahnya dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular.

Langkah mitigasi ini diambil, menyusul inspeksi berkala yang dilakukan tim kesehatan hewan di seluruh kecamatan.

Gus Fawait menegaskan. bahwa jaminan kesehatan hewan kurban bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk perlindungan pemerintah terhadap masyarakat yang akan menjalankan ibadah.

"Masyarakat tidak perlu khawatir saat beribadah kurban. Tim dokter hewan kami terus menyisir lapangan secara berkala untuk memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan memenuhi syarat syariat dan bebas dari penyakit menular," tegas Gus Fawait, Rabu (27/5/2026).

Strategi Tiga Pilar Pengawasan Hewan Kurban

Untuk mengamankan rantai pasok, Pemkab Jember melalui Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPP) menerapkan tiga pilar pengawasan ketat di lapangan. SURYA.co.id mencatat bahwa prosedur ini mencakup:

  1. Sertifikasi Kelayakan Medis: Hewan yang dinyatakan lolos uji klinis akan diberikan stempel khusus atau surat keterangan sehat. Hal ini untuk memudahkan pembeli mengidentifikasi hewan yang aman.
  2. Pengetatan Lalu Lintas Ternak: Pos pemeriksaan di perbatasan wilayah Jember diperketat guna menghalau masuknya hewan sakit dari luar daerah yang berpotensi membawa wabah.
  3. Sosialisasi Penyembelihan Higienis: Pemerintah memberikan edukasi mengenai tata cara penyembelihan yang sesuai standar kesejahteraan hewan (Animal Welfare) agar daging yang dihasilkan berkualitas tinggi.

Deteksi Penyakit PMK dan LSD secara Dini

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Kabid Keswan) DKPP Jember, drh Henry Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyebar petugas medik dan paramedik veteriner ke 31 kecamatan. Fokus utama petugas adalah mendeteksi gejala klinis penyakit endemik yang sering menyerang ternak, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

"Petugas kami melakukan skrining fisik makro secara teliti. Parameter utamanya adalah hewan tidak boleh pincang, mata harus jernih, cermin hidung lembab dan bulu tidak kusam. Yang paling krusial adalah verifikasi usia melalui pengecekan gigi tetap sesuai syariat," jelas drh Henry.

Stimulus Ekonomi Daerah Melalui Momentum Idul Adha

Selain dimensi spiritual, Gus Fawait yang memiliki latar belakang pendidikan ilmu ekonomi menyoroti potensi perputaran uang yang masif selama Idul Adha di Jember. Momentum ini diyakini mampu menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Menurut Gus Fawait, transaksi tidak hanya berhenti pada peternak dan pembeli. Efek domino ekonomi ini turut dirasakan oleh penyedia jasa transportasi lokal, pengusaha pakan ternak, perajin pisau hingga pedagang bumbu dapur dan arang di pasar tradisional.

Dengan menjamin kesehatan hewan, pemerintah secara tidak langsung menjaga stabilitas pasar dan kepercayaan konsumen yang menjadi motor penggerak ekonomi daerah Jember.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved