Kasus Hantavirus Muncul, Dokter ITS Ungkap Gejala yang Mirip Flu
Kasus hantavirus mulai disorot global. Dokter ITS mengingatkan gejalanya mirip flu dan bisa memicu gangguan paru serta ginjal.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius memicu kewaspadaan global terhadap penyakit yang ditularkan tikus.
- Dokter ITS menyebut gejala awal hantavirus mirip flu sehingga perlu pemeriksaan laboratorium untuk diagnosis pasti.
- Indonesia mencatat 23 kasus hantavirus sejak 2024 dan masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Munculnya kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius memicu kewaspadaan global terhadap penyakit zoonosis yang ditularkan hewan pengerat tersebut. Di Indonesia, tercatat sudah ada 23 kasus hantavirus pada manusia sejak 2024.
Kondisi itu membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di kawasan permukiman padat dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik dan populasi tikus tinggi.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan ITS, Zulistian Nurul Hidayati, menjelaskan bahwa hantavirus dapat menular melalui partikel kotoran tikus yang terhirup manusia maupun kontak langsung dengan hewan pengerat.
“Manusia dapat terinfeksi melalui udara dengan terhirupnya partikel pada kotoran tikus, dan juga kontak langsung dengan hewan pengerat,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Gejala Awal Mirip Flu Biasa
Zulistian mengungkapkan, gejala awal hantavirus kerap sulit dikenali karena menyerupai flu biasa. Penderita umumnya mengalami demam, batuk, pilek hingga nyeri otot.
Karena gejalanya tidak spesifik, diagnosis penyakit ini tidak cukup hanya berdasarkan pemeriksaan klinis dan membutuhkan pemeriksaan laboratorium tambahan.
“Tidak bisa hanya diagnosis dari gejala klinis, perlu adanya pemeriksaan diagnostik penunjang dengan pemeriksaan di lab,” katanya.
Zulistian meminta masyarakat waspada apabila kondisi pasien memburuk secara mendadak, terutama jika mulai muncul gangguan pernapasan akut.
Bisa Serang Paru dan Ginjal
Menurut Zulistian, hantavirus dapat memicu dua kondisi serius yang membahayakan kesehatan manusia:
- Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan.
- Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyebabkan demam berdarah disertai gangguan ginjal akut.
Ia menjelaskan, virus ini memiliki lebih dari 40 varian, dan sekitar 20 di antaranya bersifat patogenik atau dapat menular kepada manusia.
“Risiko penyebaran meningkat di lingkungan dengan sanitasi buruk dan populasi tikus tinggi,” ungkap Zulistian.
- Ditularkan melalui partikel kotoran dan urine tikus
- Gejala awal menyerupai flu biasa
- Bisa memicu gangguan paru akut dan kerusakan ginjal
- Risiko tinggi di lingkungan dengan sanitasi buruk
- Diagnosis memerlukan pemeriksaan laboratorium
Masyarakat Diminta Tidak Panik
Meski demikian, Zulistian mengimbau, masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Ia menilai pola penyebaran hantavirus berbeda dengan COVID-19 yang dapat menular cepat antar manusia.
Menurutnya, langkah pencegahan paling efektif tetap dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi risiko kontak dengan tikus maupun kotorannya.
“Beberapa langkah perlindungan dapat dengan menggunakan masker dan sarung tangan, agar terhindar dari kontak langsung dengan kotoran tikus,” pungkasnya.
hantavirus
kasus hantavirus Indonesia
dokter ITS
Zulistian Nurul Hidayati
zoonosis
virus tikus
gejala hantavirus
ITS Surabaya
kesehatan masyarakat
HPS
HFRS
sanitasi lingkungan
penyakit menular
kesehatan Surabaya
Surabaya
Berita Surabaya
Meaningful
Multiangle
| Nasib Pilu Bocah 3,5 Tahun Anak Pembunuh Mertua di Mojokerto, Pihak Korban Tak Terima Dituding |
|
|---|
| Duduk Perkara Satpam Perumahan di Surabaya Tewas Ditangan Rekan Kerja: Motif Masih Misteri |
|
|---|
| Gegara Nunggak Seragam Rp300 Ribu, Siswa Panti Diminta Pindah Sekolah, Kepsek Alasan Ditagih Vendor |
|
|---|
| Ratusan Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Ais Minta Evaluasi Menyeluruh |
|
|---|
| Alami Mual dan Muntah, Ratusan Siswa di Surabaya Diduga Keracunan Makanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Dosen-FKK-ITS-Zulistian-Nurul-Hidayati.jpg)