Kamis, 14 Mei 2026

Penculikan di Surabaya

Siasat Licik Perempuan Jakarta Culik Ayah Pacar di Surabaya hingga Kuras Rp 2 M, Seolah Ikut Diculik

Terungkap siasat Lisa Andriana (31) menculik Kusnadi Chandra (80), \yang tak lain ayah pacarnya, Agus Pranoto.

Tayang:
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Musahadah
Surya.co.id/Febrianto Ramadani
PENYEKAPAN SURABAYA - Para perempuan tersangka penyekapan seorang pria lanjut usia, Lisa Andriana dan Naily, dibawa ke ruang tahanan Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (11/5/2026). Demi menguras harta benda hingga miliaran rupiah, tersangka menyekap ayah sang pacar yang berusia 80 tahun selama 6 dalam sebuah kamar di apartemen 

Ringkasan Berita:
  • Lisa Andriana (31) menculik Kusnadi Chandra (80), warga Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya yang tak lain ayah pacarnya, Agus Pranoto. 
  • Selama enam bulan menculik Kusnadi, Lisa telah membobol tabungan korban sekira Rp2 miliar.
  • Selain itu, emas dan perhiasan korban  seberat 1 kilogram juga diduga digondol.
  • Lisa membuat skenario seolah-olah dia juga menjadi korban penculikan.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Terungkap siasat Lisa Andriana (31) menculik Kusnadi Chandra (80), warga Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya yang tak lain ayah pacarnya, Agus Pranoto. 

Lisa Andriana nekat menculik Kusnadi untuk untuk menguras hartanya. 

Selama enam bulan menculik Kusnadi, Lisa telah membobol tabungan korban sekira Rp 2 miliar.

Selain itu, emas dan perhiasan korban seberat 1 kilogram juga diduga digondol.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan mengungkapkan, penculikan ini erawal pada Oktober 2025 saat Lisa menelepon korban, untuk bertemu di suatu tempat. 

Baca juga: Perempuan Jakarta Sekap Ayah Pacar di Surabaya, Tabungan Rp2 Miliar Dikuras

Karena sudah ada kedekatan, korban tidak menaruh rasa curiga, sehingga mengiyakan permintaan tersebut.

“Pada saat ke tempat janjian, korban dibawa ke sebuah ruangan di apartemen oleh 2 orang laki laki. Saat itu mereka berdalih salah satu anak korban punya hutang,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama ditawan ditambah lagi korban juga sudah cukup sepuh, ditempatkan di dalam satu kamar tanpa handphone.

Setiap hari korban selalu dipindahkan ke beberapa tempat, dan hanya diberi paket makanan.

Dalam perjalanannya, lanjut Kombespol Luthfie, tersangka menguras tabuangan dan membawa perhiasan korban.

“Tersangka sempat meminjam ATM termasuk juga kartu kredit dan menanyakan nomor PIN. Waktu itu katanya untuk keperluan pembayaran tagihan hutang sehingga diberikan, tetapi mungkin karena juga sudah tua jadi lupa. ATM milik korban masih dipegang oleh tersangka dan terus dikuras,” bebernya.

“Bukan hanya itu, emas-emas dan perhiasan yang kurang lebih nilainya juga dikisaran 1 kilogram, ternyata juga sudah tidak ada di kamarnya,” imbuh Kombespol Luthfie.

Lalu, bagaimana cara Lisa mengelabui pacar dan keluarganya? 

Pelaku yang merupakan warga Kota Jakarta Utara dan berdomisili di sebuah apartemen di Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, memiliki banyak alasan hingga dapat meyakinkan keluarga korban.

Hal ini beralasan karena antara pelaku, korban dan keluarganya dikenal akrab dan dekat. 

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved