Surya.co.id/Sulvi Sofiana
KAJIAN SUBUH - Rektor ITS Prof Bambang Pramujati, ST, MSc Eng, PhD bersama Mendiktisaintek RI Prof Brian Yuliarto, ST, MEng, PhD ketika memasuki masjid Manarul Ilmi ITS Surabaya, Jawa Timur, untuk Kajian Subuh pada Sabtu (8/5/2026).
Brian menegaskan, pemerintah akan terus mendorong pengembangan riset strategis, khususnya yang mendukung kemandirian pangan dan energi nasional.
Menurutnya, dua sektor tersebut membutuhkan dukungan teknologi dan inovasi yang kuat dari perguruan tinggi.
- Kampus diminta mempercepat hilirisasi inovasi dan riset
- ITS menampilkan inovasi kendaraan listrik hingga alat pertanian
- Pemerintah ingin riset kampus selaras dengan program nasional
- Hilirisasi dinilai masih terkendala dukungan industri dan kebijakan
- ITS menargetkan komersialisasi inovasi sebagai sumber pendapatan baru
Bambang berharap, hilirisasi inovasi nantinya tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sumber pendapatan baru bagi ITS sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH).
“Kami ingin ke depan ITS menjadi entrepreneurial university yang mampu mendapatkan revenue generation dari non-UKT dan non-APBN melalui komersialisasi produk inovasi,” tuturnya.