Kenaikan Harga BBM Non Subsidi, Bikin Biaya Operasional Melejit Hingga 50 Persen
Harga Pertamina Dex melonjak, pengusaha truk terpaksa bayar operasional 50% lebih mahal.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Harga BBM non subsidi naik, pengusaha truk alami kenaikan biaya hingga 50 persen.
- Pembelian solar subsidi sering terhambat, stok SPBU sering habis.
- Biaya operasional tak sesuai hitungan, kerugian makin membesar bagi truk logistik.
SURYA.CO.ID SURABAYA - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamina Dex yang mencapai Rp 27.900 per liter dari sebelumnya Rp 23.600 per liter, membuat pelaku usaha sektor angkutan truk harap-harap cemas.
Karena adanya pembatasan pembelian solar subsidi dan hambatan dari barcode yang tiba-tiba tidak aktif saat membeli solar subsidi membuat mereka mau tidak mau harus membeli solar non subsidi atau Pertamina Dex.
Hal itu diungkapkan Arief Tejo Sumartono, Pembina Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jatim sekaligus Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jatim, saat dihubungi Rabu (6/5/2026).
"Untuk kenaikan BBM non subsidi cukup mengganggu kegiatan logistik terutama kami yang menggunakan truk," kata Arief.
Baca juga: BBM Non-Subsidi Naik, Nelayan Gresik Lebih Cemas Solar Subsidi Tersendat
Cemas Pembatasan Pembelian Solar Subsidi
Apalagi saat ini adanya pembatasan pembelian solar subsidi untuk angkutan truk yang sering tiba-tiba diblokir dengan keterangan yang tidak masuk akal.
"Sehingga kami yang biasa menggunakan solar subsidi tidak bisa membeli solar. Akibatnya kami harus membeli solar non subsidi tapi harganya tidak sesuai dengan perhitungan biaya yang sudah kami tetapkan sebelumnya yang biasanya menggunakan bio solar sehingga kami mengalami kerugian," jelas Arief.
Hal itu seringkali terjadi saat truk sedang dalam perjalanan, dan saat akan membeli BBM ditengah perjalanan tiba-tiba barcode diblokir. Kalau barcode tiba-tiba dihapus biaya bisa membengkak sampai 30 persen saat harga Pertamax Dex naik pada April 2026 lalu.
"Nah kalau naik lagi per tanggal 4 Mei 2026 ini, biaya membengkak hingga 50 persen," lanjut Arief.
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Perusahaan Ekspedisi di Sidoarjo Kelimpungan
Tak hanya masalah pembatasan pembelian dan pemakaian barcode, pengusaha truk juga seringkali mengalami hambatan dengan adanya stok solar yang habis di SPBU yang mereka datangi. Terutama di daerah penghubung yang dilewati truk.
"Seringkali di SPBU yang kami lewati dan pas butuh, solar subsidi kosong. Akhirnya mau tak mau beli non subsidi dan biaya nambah lagi. Bahkan kalau kosong kenaikan biaya bisa mencapai 50 persen," pungkas Arief.
BBM non subsidi
harga BBM non subsidi di Surabaya
harga BBM non subsidi
biaya operasional naik
Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/IL
Meaningful
surabaya.tribunnews.com
| Joki UTBK Surabaya Mengaku Tes Kedokteran Gampang, Patok Tarif Rp 75 Juta |
|
|---|
| Ratusan Prajurit Antusias Ikuti Aksi Kemanusiaan Donor Darah di AAL |
|
|---|
| Tampang Pembunuh Mertua di Mojokerto , Ditangkap Usai Kabur Naik Bus Trans Jatim |
|
|---|
| Perjuangan Juwariyah Petani Lansia Sidoarjo Berangkat Haji dengan Menabung Selama 17 Tahun |
|
|---|
| BBM Non-Subsidi Naik, Nelayan Gresik Lebih Cemas Solar Subsidi Tersendat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/demo-sopir-truk-jatim-29-april-2026.jpg)