Rabu, 6 Mei 2026

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Perusahaan Ekspedisi di Sidoarjo Kelimpungan

Kenaikan harga BBM membuat perusahaan harus berputar otak. Sementara ini, mereka mengaku hanya bisa bersabar sambil menunggu kondisi.

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/M Taufik
EKSPEDISI – Truk yang keluar dari salah satu perusahaan ekspedisi di Sidoarjo, Rabu (6/5/2026). Mereka mengaku terdampak atas kenaikan harga BBM yang sedang terjadi, bahkan beberapa sopir mengeluh kesulitan dapat solar 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga solar nonsubsidi membuat sopir truk kesulitan mendapatkan BBM, bahkan barcode pengisian sering bermasalah.
  • Perusahaan ekspedisi terpaksa menahan diri untuk tidak menaikkan tarif logistik, meski margin keuntungan semakin tipis.
  • Mereka berharap harga BBM segera stabil agar rantai logistik tetap lancar dan tidak memicu kenaikan harga barang.  

 

SURYA.co.id, SIDOARJO – Kenaikan harga solar nonsubsisi berdampak pada banyak sektor.

Truk-truk yang seharusnya bisa menggunakan solar subsisi ternyata juga kesulitan mendapatkan BBM untuk kendaraannya.

Seperti diceritakan beberapa sopir truk yang biasa menjalankan rute pengiriman Surabaya – Banyuwangi.

Di beberapa SPBU, mereka tidak bisa mendapatkan BBM. Ada yang stoknya habis, ada juga karena barcode yang mereka miliki tidak bisa dipakai.

Baca juga: Imbas Harga BBM Naik: Sopir Truk di Gresik Cemas Solar Subsidi Langka

“Kebetulan saya aman. Karena BBM truk yang saya bawa sudah diisi dari perusahaan. Tapi teman-teman banyak yang kesulitan. Banyak barcode tidak bisa dipakai. Tidak tahu apa penyebabnya,” kata Ayok, sopir truk sebuah perusahaan di Sidoarjo saat perjalanan menuju Banyuwangi kepada SURYA.co.id, Rabu (6/5/2026).

Kesulitan Dapatkan Solar

Hal serupa diceritakan oleh Bagoes Asmara, Marketing perusahaan ekspedisi Lintas Samudra Jaya. 

Menurutnya, banyak keluhan dari sopir di perusahaan ekspedisi tersebut yang kesulitan mendapat solar.

Ada sejumlah sopir yang melapor tidak bisa mengisi solar karena barcode-nya tidak bisa. 

Anehnya, barcode itu tidak ada masalah apa-apa tapi seperti terblokir. 

Dia juga tidak paham, kenapa banyak barcode milik sopirnya yang tidak bisa. 

Ditambah lagi, beberapa laporan sopir menyebut sulit dapat BBM karena stok kosong.

“Sopir kami yang sedang di Balikpapan dan beberapa daerah lain juga menceritakan demikian. Kita jadi repot, apalagi ketika di daerah pedalaman. Mau ngisi BBM full tank dan nambah di jerigen, takut dianggap menimbun. Tapi kalau ngisi sekadaranya, potensinya kesulitan dapat BBM lagi saat dalam perjalanan,” kata Bagoes.

Perusahaan Putar Otak Siasati Kenaikan Harga BBM

Diakuinya, kenaikan harga BBM membuat perusahaan harus berputar otak. 

Sementara ini, mereka mengaku hanya bisa bersabar sambil menunggu kondisi.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved