Minggu, 10 Mei 2026

Kenaikan Harga BBM

Nelayan Surabaya Belum Terdampak Kenaikan Harga BBM Tapi Tetap Waswas

Mayoritas nelayan di Surabaya menggunakan kapal kecil dengan mesin sederhana, baik berbahan bakar bensin maupun solar subsidi.

Tayang: | Diperbarui:
Surya.co.id/Habibur Rohman
NELAYAN SURABAYA — Para nelayan saat berada di pesisir Surabaya. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa waktu terakhir belum berdampak signifikan terhadap aktivitas nelayan di Surabaya. Kondisi ini dipengaruhi oleh karakteristik kapal nelayan di wilayah pesisir yang umumnya berukuran kecil sehingga masih bergantung pada BBM subsidi. 

Selain BBM, kenaikan harga alat tangkap juga menjadi beban. Bahkan, dalam beberapa kasus, kenaikannya mencapai dua kali lipat.

"Alat tangkap naik cukup tinggi. Ini yang jadi beban bagi nelayan,” ungkapnya.

Meski ada kenaikan harga di tingkat eceran, Hadi memastikan belum terjadi kelangkaan BBM. Baik bensin maupun solar masih tersedia.

Baca juga: Polda Jatim Sikat Mafia BBM: 79 Tersangka Ditangkap, Negara Rugi Rp 7,5 Miliar

Belum Ada Keluhan Nelayan

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Agoeng Prasodjo, menyatakan hingga kini belum ada laporan keluhan dari nelayan

"Sejauh ini belum ada yang mengeluh. Mungkin karena kapasitas kapal nelayan di Surabaya kecil, tidak seperti di daerah lain,” kata Agung dikonfirmasi terpisah. 

Ia menjelaskan, kapal nelayan di Surabaya umumnya berada di bawah 30 gross tonnage (GT), sehingga masih berhak menggunakan BBM subsidi.

"Di Surabaya hampir tidak ada kapal nelayan di atas 30 GT. Kebanyakan kapal kecil, jadi masih bisa mengakses BBM subsidi,” ujar Politisi Golkar ini.

Pasokan BBM di Surabaya

Terkait ketersediaan, DPRD memastikan stok BBM subsidi di Surabaya dalam kondisi aman. Penyalurannya juga diawasi agar tepat sasaran.

“Yang penting barangnya tersedia. Percuma kalau murah tapi tidak ada. Sejauh ini belum ada laporan kelangkaan, jadi kami pastikan masih aman,” tegas Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Surabaya ini.

Pemerintah kembali menyesuaikan harga BBM non-subsidi pada Senin (4/5/2026).

Harga Pertamax Turbo (RON 98) naik dari Rp19.400 menjadi Rp19.900 per liter.

Dexlite naik dari Rp23.600 menjadi Rp26.000 per liter.

Sementara Pertamina Dex naik dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter.

Adapun BBM non-subsidi jenis Pertamax tetap Rp12.300 per liter.

BBM subsidi juga tidak mengalami kenaikan. Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan solar Rp 6.800 per liter.

Penyesuaian harga ini mengacu pada harga minyak mentah dunia, harga produk olahan internasional, serta pergerakan nilai tukar rupiah. Di sisi lain, Pertamina menyebut penetapan harga juga mempertimbangkan kondisi masyarakat dan daya beli. 

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved