Fraksi PKB DPRD Gresik : Kebijakan Tentang Sampah Penting untuk Selamatkan Lingkungan
raksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Gresik peringati Hari Bumi dengan diskusi publik tentang penanganan sampah dan ekologi
Penulis: Sugiyono | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Fraksi PKB DPRD Gresik memperingati Hari Bumi dengan diskusi publik soal sampah plastik dan ekologi, menyoroti ancaman mikroplastik bagi kesehatan dan lingkungan.
- Ketua DPRD M. Syahrul Munir menekankan pentingnya kesadaran masyarakat serta kebijakan pengelolaan sampah, sementara PKB mengusulkan konsep Green Meeting di DPRD.
- DLH Gresik melaporkan 317 outlet modern sudah bebas kantong plastik, TPST dikembangkan, dan penelitian mahasiswa menemukan biota Bawean terpapar mikroplastik.
SURYA.CO.ID, GRESIK - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Gresik peringati Hari Bumi dengan diskusi publik tentang penanganan sampah dan ekologi, Rabu (22/4/2026).
Harapannya, bisa mencerdaskan peserta dan mengurangi sampah plastik.
Persoalan Sampah Plastik
Dalam diskusi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Gresik M. Syahrul Munir mengatakan, persoalan sampah plastik dan ancaman mikroplastik menjadi isu utama.
Sebab, dampak serius terhadap kesehatan manusia maupun ekosistem.
Selain itu, Syahrul Munir menilai, persoalan utama sampah berada pada aspek kesadaran masyarakat dan kebijakan.
“Kesadaran mengelola sampah, kesadaran mengurangi sampah, hingga kesadaran menyusun anggaran penanganan sampah menjadi hal penting,” kata Syahrul Munir yang juga dari Fraksi PKB DPRD Kabupaten Gresik, kepada SURYA.co.id, Rabu (22/4/2026).
Volume Sampah Terus Meningkat
Menurut Syahrul Munir, persoalan lingkungan di Gresik merupakan isu klasik, yakni volume sampah yang terus meningkat sehingga, Pemkab Gresik melakukan pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
“Nah, salah satu indikator pengelolaan sampah yang dilakukan Daerah bisa dilihat dari aspek retribusi pengelolaan sampah sampai pemanfaatan sampai TPST, yang mencerminkan keseriusan dalam upaya mengelola sampah,” katanya.
Butuh Aksi Nyata
Begitu juga disampaikan Ketua Fraksi PKB DPRD Gresik, Imron Rosyadi, PKB memandang isu lingkungan sebagai hal darurat yang membutuhkan aksi nyata kelembagaan DPRD.
PKB mengusulkan penerapan konsep Green Meeting di lingkungan DPRD Gresik, meliputi pelarangan penggunaan air minum dalam kemasan (AMDK), pengurangan penggunaan kertas (paperless), serta penyajian konsumsi rapat berbasis makanan lokal tanpa plastik atau styrofoam.
“Ini bentuk komitmen kami sebagai partai hijau untuk memulai perubahan dari lingkungan kantor DPRD sendiri,” kata Imron.
Kawal Program Pengelolaan Sampah
Lebih lanjut Imron menambahkan, Fraksi PKB juga berkomitmen mengawal program pengelolaan sampah di tingkat Kecamatan dan Desa melalui berbagai inovasi.
"Termasuk lomba lingkungan dan program berbasis pengurangan sampah," katanya.
Sementara, pegiat lingkungan dari Yayasan Ecoton, Prigi Arisandi, mengatakan, Indonesia merupakan salah satu konsumen plastik terbesar.
| BREAKING NEWS Kebakaran Pasar Baru Tuban, Pedagang Panik Selamatkan Barang Dagangannya |
|
|---|
| Sosok Prof Martadi yang Ungkap Modus Joki UTBK Tertangkap di Unesa, Pakai AI hingga Blangko KTP |
|
|---|
| Cuaca Surabaya Hari Ini, Kamis 23 April 2026: Berawan, Tidak Berpotensi Hujan |
|
|---|
| Senses, Tempat Kuliner Baru di Surabaya Barat yang Gabungkan Bahan Lokal dan Teknik Modern |
|
|---|
| Bacaan Sholawat Pendek Lengkap Teks Arab-Latin dan Artinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/dampak-serius-terhadap-kesehatan-manusia-maupun-ekosistem.jpg)