Jumat, 24 April 2026

Fraksi PKB DPRD Gresik : Kebijakan Tentang Sampah Penting untuk Selamatkan Lingkungan

raksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Gresik  peringati Hari Bumi dengan diskusi publik tentang penanganan sampah dan ekologi

Penulis: Sugiyono | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Sugiyono
HARI BUMI - Ketua Ketua DPRD Kabupaten Gresik M. Syahrul Munir memaparkan tentang peringatan Hari Bumi oleh FPKB DPRD Kabupaten Gresik, Rabu (22/4/2026). Persoalan sampah plastik dan ancaman mikroplastik menjadi isu utama. Sebab, dampak serius terhadap kesehatan manusia maupun ekosistem. 

Ringkasan Berita:
  • Fraksi PKB DPRD Gresik memperingati Hari Bumi dengan diskusi publik soal sampah plastik dan ekologi, menyoroti ancaman mikroplastik bagi kesehatan dan lingkungan.  
  • Ketua DPRD M. Syahrul Munir menekankan pentingnya kesadaran masyarakat serta kebijakan pengelolaan sampah, sementara PKB mengusulkan konsep Green Meeting di DPRD.  
  • DLH Gresik melaporkan 317 outlet modern sudah bebas kantong plastik, TPST dikembangkan, dan penelitian mahasiswa menemukan biota Bawean terpapar mikroplastik.  

 

SURYA.CO.ID, GRESIK -  Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Gresik  peringati Hari Bumi dengan diskusi publik tentang penanganan sampah dan ekologi, Rabu (22/4/2026).

Harapannya, bisa mencerdaskan peserta dan mengurangi sampah plastik. 

Persoalan Sampah Plastik

Dalam diskusi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Gresik M. Syahrul Munir mengatakan, persoalan sampah plastik dan ancaman mikroplastik menjadi isu utama.

Sebab, dampak serius terhadap kesehatan manusia maupun ekosistem.

Selain itu, Syahrul Munir menilai, persoalan utama sampah berada pada aspek kesadaran masyarakat dan kebijakan.

“Kesadaran mengelola sampah, kesadaran mengurangi sampah, hingga kesadaran menyusun anggaran penanganan sampah menjadi hal penting,” kata Syahrul Munir yang juga dari Fraksi PKB DPRD Kabupaten Gresik, kepada SURYA.co.id, Rabu (22/4/2026).

Volume Sampah Terus Meningkat

Menurut Syahrul Munir, persoalan lingkungan di Gresik merupakan isu klasik, yakni volume sampah yang terus meningkat  sehingga, Pemkab Gresik melakukan pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

“Nah, salah satu indikator pengelolaan sampah yang dilakukan Daerah bisa dilihat dari aspek retribusi pengelolaan sampah sampai pemanfaatan sampai TPST, yang mencerminkan keseriusan dalam upaya mengelola sampah,” katanya. 

Butuh Aksi Nyata

Begitu juga disampaikan Ketua Fraksi PKB DPRD Gresik, Imron Rosyadi,  PKB memandang isu lingkungan sebagai hal darurat yang membutuhkan aksi nyata kelembagaan DPRD.

PKB mengusulkan penerapan konsep Green Meeting di lingkungan DPRD Gresik, meliputi pelarangan penggunaan air minum dalam kemasan (AMDK), pengurangan penggunaan kertas (paperless), serta penyajian konsumsi rapat berbasis makanan lokal tanpa plastik atau styrofoam.

“Ini bentuk komitmen kami sebagai partai hijau untuk memulai perubahan dari lingkungan kantor DPRD sendiri,” kata Imron.

Kawal Program Pengelolaan Sampah

Lebih lanjut Imron menambahkan, Fraksi PKB juga berkomitmen mengawal program pengelolaan sampah di tingkat Kecamatan dan Desa melalui berbagai inovasi. 

"Termasuk lomba lingkungan dan program berbasis pengurangan sampah," katanya. 

Sementara, pegiat lingkungan dari Yayasan Ecoton, Prigi Arisandi, mengatakan, Indonesia merupakan salah satu konsumen plastik terbesar.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved