Rabu, 13 Mei 2026

Mozaik Kartini dari Ribuan Sticky Notes Warnai Ubaya, Simbol Pemberdayaan Mahasiswa

Mahasiswa Ubaya membuat mozaik Kartini dari ribuan sticky notes sebagai simbol pemberdayaan dan kreativitas dalam peringatan Hari Kartini.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Sulvi Sofiana
KREATIF - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Surabaya (Ubaya) memperingati Hari Kartini dengan cara kreatif, mereka membuat mozaik wajah Kartini berbahan sticky notes dan dipajang di selasar Fakultas Bisnis Ekonomika, Selasa (21/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • BEM Ubaya membuat mozaik wajah Kartini berukuran 2,4 x 2,4 meter dari ribuan sticky notes dalam waktu dua hari.
  • Karya ini melibatkan lebih dari 10 mahasiswa dan menjadi simbol pemberdayaan serta kreativitas lintas elemen kampus.
  • Selain mozaik, dipasang pesan motivasi untuk mendorong mahasiswa aktif berkontribusi dan melanjutkan semangat Kartini.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Surabaya (Ubaya) memperingati Hari Kartini dengan cara kreatif, melalui pembuatan mozaik wajah Kartini berbahan sticky notes, Selasa (21/4/2026).

Karya tersebut, dipajang di selasar Fakultas Bisnis Ekonomika, dan menjadi simbol semangat pemberdayaan di lingkungan kampus.

Mozaik Kartini Berukuran 2,4 Meter

Mozaik yang dibuat memiliki ukuran 2,4 meter x 2,4 meter. Karya ini tidak hanya ditujukan sebagai penghormatan kepada tokoh emansipasi perempuan, tetapi juga sebagai ajakan bagi seluruh elemen kampus untuk terus berkembang.

Presiden BEM Ubaya, Richie Devalino Hari Wibawa, mengatakan karya tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menyuarakan nilai-nilai pemberdayaan.

“Mozaik ini menjadi representasi bahwa kami sebagai BEM Ubaya bisa menghadirkan karya di Hari Kartini. Pesan yang ingin kami angkat adalah empowerment, tidak hanya untuk perempuan, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan,” ujar Richie.

Dikerjakan dalam 2 Hari

Richie menjelaskan, proses pembuatan mozaik dilakukan dalam waktu singkat, yakni hanya 2 hari.

Meski singkat, pengerjaan melibatkan lebih dari sepuluh mahasiswa dari Kabinet Infinitus BEM Ubaya.

“Dalam dua hari ini kami berhasil menyelesaikan mozaik yang kemungkinan menggunakan ribuan sticky notes. Kami memang tidak menghitung jumlah pastinya, tapi kami membeli dalam jumlah lebih untuk memastikan kebutuhan terpenuhi,” katanya.

Dari Pixel Art ke Sticky Notes

Ide awal pembuatan mozaik sempat mengarah pada konsep pixel art. Namun, keterbatasan biaya dan tingkat kesulitan membuat tim beralih menggunakan sticky notes sebagai alternatif.

“Awalnya kami ingin menggunakan konsep pixel, tapi realisasinya cukup sulit dan mahal. Akhirnya kami memilih sticky notes, dan hasilnya ternyata cukup memuaskan,” jelas Richie.

Poin Penting Kegiatan

  • Mozaik dibuat dari ribuan sticky notes
  • Ukuran karya mencapai 2,4 x 2,4 meter
  • Dikerjakan dalam waktu dua hari
  • Melibatkan lebih dari 10 mahasiswa
  • Mengusung tema pemberdayaan dan kreativitas

Pesan Motivasi untuk Kampus

Selain menampilkan mozaik, BEM Ubaya juga menambahkan berbagai pesan motivasi di sekitar karya tersebut. Pesan ini ditujukan bagi mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan.

Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Steven Leonard Halim Kusuma, mengaku terkesan dengan semangat yang ditunjukkan rekan-rekannya.

"Seru juga, jadi kami mahasiswa nggak cuma mikir akademik aja. Tapi masih ingat hari untuk mengenang pahlawan,"ujarnya.

Kegiatan ini, diharapkan tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat kreativitas dan pemberdayaan di kalangan mahasiswa.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved