Sabtu, 9 Mei 2026

Kolaborasi PKBM dan Sekolah Jadi Solusi Ujian TKA di Surabaya

PKBM di Surabaya siasati keterbatasan fasilitas dengan kolaborasi sekolah formal untuk pelaksanaan TKA.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumen Kemendikmen
TKA - Peserta warga belajar PKBM Budi Utama mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium komputer di sekolah formal di Surabaya, Jawa Timur. Pelaksanaan ujian secara kolaboratif ini, menjadi solusi keterbatasan sarana prasarana sekaligus menjaga standar dan ketertiban pelaksanaan TKA di pendidikan nonformal. 

Ringkasan Berita:
  • PKBM di Surabaya menggelar TKA dengan menumpang fasilitas sekolah formal.
  • Kolaborasi ini menjaga standar ujian tetap setara dengan pendidikan formal.
  • Kebijakan fleksibel TKA mendukung peserta dari berbagai latar belakang.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Keterbatasan sarana dan prasarana di sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), disiasati melalui kolaborasi dengan sekolah formal dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Skema ini dinilai efektif untuk menjaga standar ujian, sekaligus memastikan warga belajar tetap mendapatkan akses evaluasi yang layak dan setara.

Kolaborasi Jadi Solusi Keterbatasan Fasilitas

Pelaksanaan TKA di PKBM Budi Utama Surabaya, menjadi salah satu contoh penerapan model tersebut. Ujian digelar dengan memanfaatkan fasilitas sekolah formal, serta diawasi oleh dinas pendidikan dan guru SMP.

Kepala PKBM Budi Utama, Imam Rochani, mengatakan kolaborasi ini menjadi solusi konkret di tengah keterbatasan fasilitas.

“Ada tiga peserta tidak ikut karena berbagai kendala. Secara umum pelaksanaan berjalan lancar. Kami bergabung dengan sekolah dan menggunakan fasilitas yang ada, dengan pengawasan dari dinas pendidikan dan guru-guru SMP,” ujar Imam, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, dukungan sekolah formal tidak hanya membantu dari sisi fasilitas, tetapi juga menciptakan suasana ujian yang lebih tertib dan nyaman.

Persiapan Peserta Diperkuat

Sebelum ujian, pihak PKBM juga melakukan berbagai persiapan, mulai dari sosialisasi hingga pembekalan berbasis kisi-kisi soal.

Langkah ini dilakukan untuk membantu peserta memahami materi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka.

“Kami bekali mereka dengan kisi-kisi soal dan pemahaman materi. Ini penting agar mereka lebih siap dan tidak minder saat ujian,” tambah Imam.

  • Ujian TKA dilakukan di sekolah formal
  • Diawasi dinas pendidikan dan guru SMP
  • Peserta mendapat pembekalan sebelum ujian
  • Suasana ujian lebih tertib dan terstandar

Kebijakan Fleksibel Dukung Warga Belajar

Pelaksanaan TKA juga didukung kebijakan yang fleksibel. Tidak semua warga belajar diwajibkan mengikuti ujian, terutama peserta usia dewasa yang tidak melanjutkan pendidikan formal.

Namun, bagi peserta usia sekolah, TKA menjadi syarat penting untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Kami dorong mereka yang ingin melanjutkan pendidikan untuk ikut TKA, karena ini menjadi salah satu syarat dan tolok ukur kemampuan mereka,” jelas Imam.

Perkuat Peran Pendidikan Nonformal

Secara nasional, pelaksanaan TKA di pendidikan nonformal menunjukkan tren positif. Ujian berlangsung lebih tertib, terstandar, dan akuntabel.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menyebut pendekatan kolaboratif ini memberi ruang adaptasi bagi PKBM.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved