Kamis, 30 April 2026

Kasus Penipuan SK PNS Palsu di Pemkab Gresik, DPRD Jatim : Usut Tuntas!

DPRD Jatim turut menyayangkan kasus penipuan penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Gresik

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Yusron Naufal Putra
KORBAN PENIPUAN - Tangkap layar CTTV saat korban ASN palsu datang ke Bagian Prokopim Pemkab Gresik, Senin (6/4/2026). Anggota Komisi A DPRD Jatim Sumardi (kiri) saat ditemui di Surabaya beberapa waktu lalu. Politisi Partai Golkar ini ikut mendorong agar kasus penipuan rekrutmen PNS di Kabupaten Gresik diusut hingga tuntas. 

“Masyarakat harus lebih hati-hati bila ada tawaran-tawaran dari oknum atau orang  yang mengaku bisa menjadi ASN dengan minta imbalan uang,” tegasnya. 

Mendadak Didatangi Korban

Sebelumnya diberitakan SURYA.co.id, kasus ini terungkap saat seorang perempuan berinisial SE, mendatangi  ruangan Prokopim Pemkab Gresik, Senin (6/4/2026).

SE menghadap ke Kepala Bagian Prokopim Setda Gresik, Imam Basuki dengan membawa sejumlah berkas dan mengenakan pakaian PNS

Berkas-berkas yang dibawa SE itu menimbulkan sejumlah pertanyaan dan kejanggalan.

Serahkan SK Berupa Kertas Fotokopi

Seperti SK yang disodorkan ke Imam Basuki merupakan kertas photo copy dan tertuju ke Bagian Humas Pemkab Gresik.

"Padahal di sini tidak ada bagian humas, adanya Prokopim," ujar Imbas sapaan akrab Imam Basuki, Rabu (8/4/2026).

Lebih lanjut, tanda tangan dalam SK tersebut merupakan tanda tangan yang tidak identik dengan pejabat Pemkab Gresik atau terkesan palsu.

"Dan di situ, tahunnya tahun 2024. Kalau ada pegawai baru kami pasti diberitahu BKPSDM, tapi kemarin tidak ada sama sekali," tambahnya.

SE mengaku sebelumnya bekerja di Kantor Kecamatan Menganti, Gresik.

 
"Lalu saya telpon Sekcam Menganti, ternyata tidak ada pegawainya atas nama tersebut. Lalu kami arahkan SE ke BKPSDM," ucapnya.

Panggil Saksi dan Korban

Tak hanya SE, setidaknya masih banyak korban yang datang ke Kantor Pemkab Gresik dengan kasus yang sama. Ada yang sempat ikut apel.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo mengatakan tengah mendalami dugaan penipuan ASN tersebut.

"Saat ini masih didalami tim kami. Kami juga akan memanggil saksi dan juga korban, kemarin yang sudah datang sembilan orang," tandasnya.

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved