Tren Perawatan Kolagen, Bikin Kulit Lembap, Kenyal dan Tampak Lebih Muda
Kolagen merupakan komponen penting dalam tubuh yang berperan menjaga elastisitas dan kekenyalan kulit.
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Tren perawatan kulit berbasis kolagen makin populer, fokus menjaga kelembapan, elastisitas, dan mencegah penuaan dini.
- Produksi kolagen menurun sejak usia 30-an, memicu garis halus, kulit kusam, hingga hiperpigmentasi.
- Perawatan tersedia dari skin booster untuk usia muda hingga injeksi kolagen yang lebih efektif bagi usia di atas 35 tahun.
SURYA.co.id, SURABAYA – Tren perawatan kulit berbasis kolagen kian diminati masyarakat.
Tak sekadar mempercantik tampilan, perawatan ini fokus menjaga kesehatan kulit dari dalam agar tetap lembap, kenyal, dan tampak awet muda.
Kolagen Topik Utama Dunia Kecantikan
CEO Neuvel Clinic, dr. Jessica Christina Tenggara, mengungkapkan kolagen kini menjadi topik utama dalam dunia kecantikan, terutama bagi mereka yang mencari solusi anti-aging.
Baca juga: Inovasi Universitas Ciputra Surabaya, Olah Limbah Cangkang Telur Jadi Kolagen Halal
“Sekarang memang semua soal kolagen. Pengetahuan masyarakat semakin meningkat, sehingga banyak yang mulai mencari perawatan maupun produk berbasis kolagen,” ujarnya kepada SURYA.co.id, Rabu (8/4/2026).
Jaga Elastisitas dan Kekenyalan Kulit
Menurutnya, kolagen merupakan komponen penting dalam tubuh yang berperan menjaga elastisitas dan kekenyalan kulit.
Namun, produksi kolagen akan menurun seiring bertambahnya usia.
“Kekenyalan kulit perlu dijaga. Saat bayi, kolagen kita sangat tinggi, tetapi semakin bertambah usia, produksinya menurun sehingga kulit mulai kehilangan elastisitas,” jelasnya.
Tanda-tanda Penuaan
Penurunan kolagen ini umumnya mulai terjadi sejak usia 30-an dan semakin signifikan setelah usia 35 tahun.
Kondisi tersebut memicu munculnya tanda-tanda penuaan seperti garis halus, kulit kering, kusam, flek, hingga hiperpigmentasi.
Ragam Perawatan Kolagen
Untuk mengatasi hal tersebut, berbagai metode perawatan kolagen kini tersedia, salah satunya melalui injeksi.
Metode ini dinilai lebih efektif karena bekerja langsung dari dalam kulit.
“Kolagen yang diminum atau dioles hanya bekerja di permukaan. Sementara injeksi bisa langsung menstimulasi dari dalam, sehingga hasilnya lebih optimal,” terangnya.
Cegah Penuaan Dini
Ia menambahkan, perawatan stimulasi kolagen sebaiknya mulai dilakukan sebelum usia 35 tahun sebagai langkah pencegahan penuaan dini.
“Mulai usia 35 tahun, produksi kolagen menurun setiap tahun. Jadi sebaiknya sudah mulai dirawat sebelumnya,” imbuhnya.
Perawatan Ringan Skin Booster
| Trump Koar-koar Terkait Program Nuklir, Klaim Iran Sudah Menyerah Padahal Masih Baca Proposal |
|
|---|
| Cuaca Surabaya Hari Ini Sabtu 9 Mei 2026: Pagi Berawan, Siang Cerah hingga Malam Hari |
|
|---|
| Polemik Pemecatan 2 Guru ASN Jombang Disorot, DPRD Bakal Panggil Disdikbud |
|
|---|
| RUPST SIG 2026 Tetapkan Seluruh Laba Tahun 2025 Sebesar Rp 190.848 Miliar Sebagai Dividen |
|
|---|
| Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf Dampingi Perempuan Disabilitas Korban Rudapaksa asal Lumajang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kolagen-merupakan-komponen-penting-dalam-tubuh.jpg)