Apa Itu Bediding? Fenomena Udara Dingin Ekstrem yang Menyelimuti Malang Raya di Malam Hari
Fenomena Bediding di Malang Raya: suhu dingin malam hari akibat Monsun Australia, tanda awal musim kemarau 2026.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Adrianus Adhi
Ringkasan Berita:
SURYA.co.id, Surabaya - Masyarakat Kota Batu dan Malang Raya merasakan udara dingin beberapa hari terakhir, terutama malam hingga pagi.
Fenomena ini disebut Bediding, tanda awal musim kemarau yang diperkirakan berlangsung Mei hingga Oktober 2026.
Fenomena Bediding ditandai dengan penurunan suhu drastis saat malam hingga pagi hari.
Kondisi ini membuat udara lebih dingin meski siang terasa panas.
Menurut Kalaksa BPBD Kota Batu, Suwoko, fenomena ini memang rutin terjadi saat memasuki musim kemarau.
“Benar, saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau. Sehingga udara khususnya saat malam hari hingga pagi hari lebih dingin dibanding sebelumnya,” ujarnya.
Baca juga: Kediri Dilanda Bediding, Dinas Kesehatan Imbau Warga untuk Waspadai Hal Ini
BMKG menambahkan, fenomena ini dipengaruhi angin Monsun Australia. Angin tersebut membawa massa udara dingin dan kering dari daratan Australia menuju Indonesia.
Akibatnya, beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Malang Raya, mengalami suhu lebih rendah dibanding biasanya.
Suhu malam bisa mencapai belasan derajat celcius.
Dampak dan Respons Masyarakat
Fenomena ini langsung dirasakan masyarakat dan wisatawan. Risya, wisatawan asal Surabaya, mengaku terkejut dengan perubahan suhu.
“Iya bener banget, awal bulan lalu saya liburan ke sini masih panas. Sekarang dingin banget, apalagi pas malam hari. Justru gini ini yang dicari wisatawan kalau ke Malang. Soalnya Surabaya panas banget,” katanya.
Perubahan suhu ini memberi pengalaman berbeda bagi wisatawan.
Baca juga: Ada Fenomena Bediding saat Musim Kemarau, BPBD Kota Probolinggo Imbau Ini
Malam yang dingin dianggap menambah daya tarik wisata di Batu dan Malang.
Selain itu, fenomena Bediding juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menyiapkan diri menghadapi musim kemarau.
Suhu dingin malam hari bisa berdampak pada kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Jadikan SURYA.co.id preferensi beritamu dengan mengklik tautan ini
| Viral Pemerasan Sopir Truk Surabaya, Pelaku Sudah Diamankan Polisi |
|
|---|
| Perbaikan Jembatan Kaliombo Kediri, Warga Berharap Selesai Lebih Cepat |
|
|---|
| Cak Ji Terkekeh Sikapi Soal Teror Pocong di Surabaya: Jangan Percaya Hoaks |
|
|---|
| Sosok Eks Wakapolri yang Dukung Usia Pensiun Polisi Diperpanjang: Sampai 80 Tahun Pun Tak Apa-apa |
|
|---|
| Hari Lahir Pancasila, DPD PDIP Jatim Teguhkan Semangat Persatuan dan Gotong Royong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Apa-Itu-Bediding-Fenomena-Suhu-Dingin-Ekstrem-di-Pulau-Jawa-Sejak-Awal-Juli-2025.jpg)