Rabu, 13 Mei 2026

Aksi Hijau di Kenjeran, Khofifah dan Pasmar 2 Tanam 1.200 Mangrove 

Khofifah dan Pasmar 2 tanam 1.200 mangrove di Kenjeran, dorong kolaborasi jaga lingkungan.

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Fatimatuz Zahro
MANGROVE - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Komandan Pasmar 2 Mayor Jendral Oni Junianto memimpin langsung aksi bersih pantai dan penanaman 1.200 bibit mangrove di Kenjeran Park, Surabaya, Jumat (27/3/2026). FATIMATUZ ZAHROH/SURYA 

Ringkasan Berita:
  • Khofifah dan Pasmar 2 tanam 1.200 mangrove di Kenjeran Park. 
  • Mangrove bantu serap karbon dan jaga ekosistem pesisir. 
  • Pemprov dorong kolaborasi untuk lingkungan berkelanjutan

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Komandan Pasmar 2 Mayor Jendral Oni Junianto memimpin langsung aksi bersih pantai dan penanaman 1.200 bibit mangrove di Kenjeran Park, Surabaya, Jumat (27/3/2026).

Gubernur Khofifah menyampaikan, keberhasilan menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja bersama lintas sektor yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Sinergi dan Kolaborasi

“Sinergi dan kolaborasi seperti hari ini adalah kunci. Tidak bisa kita bekerja sendiri-sendiri dalam menjaga lingkungan, tetapi harus bersama-sama, antara pemerintah, TNI/Polri, dan seluruh elemen masyarakat,” kata Khofifah

Sebagai wujud nyata kolaborasi tersebut, sebanyak 1.200 Bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata yang ditamam berasal dari dukungan Dinas Kehutanan Jatim Via Yayasan Gajah Sumatera. Bibit ini diambilkan dari pembibitan Almarhum H. Mukarim Nguling Pasuruan.

Ia menambahkan, kolaborasi yang dibangun tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus terus dijaga sebagai gerakan bersama dalam merespons tantangan perubahan iklim.

Baca juga: Liburan Lebaran di Mangrove Gunung Anyar Surabaya, Jadi Pelarian Warga dari Hiruk Pikuk Kota

"Mangrove ini memiliki manfaat luar biasa. Ia mampu menyerap karbondioksida hingga 5 kali lipat, sehingga sangat penting dalam menghadapi global warming dan perubahan iklim yang sedang kita rasakan saat ini,” katanya.

Selain itu, mangrove tidak hanya berfungsi sebagai penyerap karbon, tetapi juga memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat pesisir.

"Ketika mangrove tumbuh dengan baik, ekosistem laut juga hidup. Ada kepiting, ikan, dan udang. Ini akan mendekatkan sumber penghidupan nelayan, sehingga mereka tidak perlu melaut terlalu jauh karena potensi ikan bisa ditemukan di sekitar kawasan mangrove,” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikannya, Pemprov Jatim terus berkomitmen dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. 

Berbagai indikator menunjukkan bahwa Jawa Timur telah mencatatkan keberhasilan yang sangat menggembirakan.

Baca juga: Aksi BATIQA Hotel Darmo Rayakan Hari Lingkungan Hidup, Tanam Mangrove Di Wonorejo

Salah satunya adalah peningkatan luas ekosistem mangrove. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional, luas mangrove di Jawa Timur tercatat sebesar 27.221 hektare pada tahun 2021, kemudian meningkat menjadi 30.839 hektare pada tahun 2024, dan kembali meningkat menjadi 31.067 hektare pada tahun 2025. 

Luas mangrove Jatim pada tahun 2025 tersebut setara dengan 47,85 persen luasan mangrove di Pulau Jawa.

Menurutnya, capaian ini bukan sekadar angka, tetapi merupakan hasil nyata dari kerja kolaboratif berbagai pihak dalam menjaga dan merehabilitasi ekosistem mangrove.

“Di sisi lain, luas lahan kritis di Jawa Timur juga terus mengalami penurunan, yang menunjukkan semakin membaiknya kualitas lingkungan hidup di provinsi kita,” jelasnya.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved