Rabu, 22 April 2026

Tradisi Lebaran di Gresik, Bandeng Besar Jadi Hidangan Khas Ambengan

Tradisi ambengan di Gresik dilestarikan seusai salat Idul Fitri dengan makan bersama talam berisi bandeng, simbol syukur dan kebersamaan

Penulis: Willy Abraham | Editor: Adrianus Adhi
Surya.co.id/Willy Abraham
TRADISI AMBENGAN- Tradisi ambengan ikan bandeng di wilayah Duduksampeyan, Gresik, Sabtu (21/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Tradisi ambengan di Gresik dilestarikan seusai salat Idul Fitri dengan makan bersama dalam talam.
  • Lauk khas berupa ikan bandeng besar, telur, dan hidangan lain, diawali doa syukur.
  • Tradisi turun-temurun ini memperkuat kebersamaan warga dan identitas budaya Gresik.

SURYA.co.id, Gresik - Tradisi ambengan seusai salat Idul Fitri 1447 H masih dilestarikan masyarakat Gresik. Warga berbondong-bondong membawa talam berisi nasi dan lauk khas bandeng sebagai wujud syukur atas kemenangan setelah sebulan berpuasa Ramadan.

Selain bandeng, lauk lain yang disajikan antara lain telur dan sayuran. Tiga hingga empat orang biasanya duduk bersama menyantap hidangan dalam satu talam, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.

Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan masih mudah dijumpai di wilayah utara Gresik serta Duduksampeyan. Warga berbondong-bondong membawa talam ke masjid untuk makan bersama setelah salat Idul Fitri.

Suasana penuh kehangatan tercipta, diawali dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sebelum hidangan disantap.

“Tradisi ambengan sebagai rasa syukur, terlebih dahulu dipimpin doa bersama sebagai ungkapan syukur lalu makan bersama,” ujar Fahmi, Sabtu (21/3/2026).

Rosyid, salah satu warga, mengaku rutin melestarikan tradisi ini. Ia membeli bandeng seberat dua kilogram di Pasar Bandeng Gresik untuk hidangan ambengan.

“Alhamdulilah masih terus dilestarikan sampai saat ini,” kata Rosyid.

Tradisi ambengan bukan sekadar makan bersama, tetapi juga simbol kebersamaan dan solidaritas warga.

  • Bandeng menjadi ikon khas Gresik yang selalu hadir dalam hidangan.
  • Doa bersama menegaskan makna spiritual sebagai rasa syukur atas kemenangan Idul Fitri.
  • Makan dalam satu talam mencerminkan nilai kebersamaan dan kesederhanaan.

Pelestarian tradisi ini menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Gresik masih menjaga warisan budaya leluhur. Ambengan tidak hanya mempererat hubungan antarwarga, tetapi juga memperkuat identitas lokal di tengah modernisasi.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved