Pemkab Sidoarjo Genjot E-Purchasing 2026, Bupati Subandi Tekankan Transparansi
Pemkab Sidoarjo Jawa Timur optimalkan E-Purchasing 2026 senilai Rp 665 Miliar demi transparansi dan percepatan pembangunan daerah.
Ringkasan Berita:
- Pemkab Sidoarjo di Jawa Timur menggelar High Level Meeting untuk mengoptimalkan sistem e-Purchasing pada tahun anggaran 2026.
- Terdapat 6.848 paket pengadaan melalui e-Purchasing dengan total nilai mencapai Rp 665,9 miliar.
- Bupati Subandi menekankan sinergi 8 pelaku pengadaan untuk menghindari keterlambatan proyek dan pemutusan kontrak.
SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo di Jawa Timur (Jatim) melakukan langkah strategis untuk mengoptimalisasi e-Purchasing, guna mendukung pelaksanaan pengadaan barang dan jasa agar lebih transparan dan akuntabel.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa merupakan pilar penting dalam pembangunan daerah.
Melalui sistem yang baik, pelayanan publik diyakini akan meningkat serta mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat.
Langkah ini diperkuat melalui penyelenggaraan High Level Meeting (HLM) pada Senin (23/2/2026).
Agenda ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bahrul Amig, serta seluruh Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Sidoarjo.
Sinergi Delapan Pelaku Pengadaan
Bupati Subandi menjelaskan, bahwa proses pengadaan bukanlah hal sederhana, karena melibatkan tahapan panjang mulai dari identifikasi kebutuhan hingga serah terima hasil pekerjaan.
“Semua tahapan ini hanya dapat berjalan baik apabila seluruh pelaku pengadaan bekerja secara sinergis,” ujar Bupati Subandi.
Sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025, terdapat delapan elemen kunci yang harus bekerja sebagai satu kesatuan dalam sistem pengadaan:
- Pengguna Anggaran (PA)
- Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
- Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
- Pejabat Pengadaan
- Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan
- Agen Pengadaan
- Penyelenggara Swakelola
- Penyedia Barang/Jasa
Bupati Subandi menekankan pentingnya penyamaan persepsi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar strategi yang dipilih tetap efisien dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Data Pengadaan Barang dan Jasa Sidoarjo 2026
Dalam pertemuan tersebut, dipaparkan profil pengadaan barang dan jasa tahun 2026 yang mencakup berbagai metode pemilihan penyedia.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo, Bahrul Amig, merinci rincian paket pengerjaan sebagai berikut:
- Tender paket pengerjaan konstruksi: 114 paket dengan total nilai Rp 315,5 miliar.
- Pengadaan langsung pekerjaan konstruksi: 638 paket dengan total nilai Rp 138,6 miliar.
- E-Purchasing: 6.848 paket dengan total nilai mencapai Rp 665,9 miliar.
“Dari data itu, kami sampaikan bahwa hampir semua paket pekerjaan konstruksi diproses melalui metode pengadaan langsung dan tender,” ungkap Bahrul Amig.
Ia mengingatkan, bahwa penggunaan metode e-Purchasing kini telah menjadi kewajiban sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2000.
Saat ini, sistem e-Katalog versi 6 telah memfasilitasi produk jasa konstruksi secara digital.
Bahrul juga menyoroti adanya kendala di masa lalu, seperti pemutusan kontrak dan keterlambatan penyelesaian pekerjaan, agar tidak terulang kembali di tahun ini.
“Hal ini perlu dicermati agar kondisi tersebut tidak terulang kembali,” pungkasnya.
Sidoarjo
Subandi
Pemkab Sidoarjo
e-purchasing Sidoarjo
e-Katalog
Berita Sidoarjo
Meaningful
Multiangle
| Fakta Kasus Kiai di Ponorogo Perdayai Belasan Santri Laki-Laki Sejak Tahun 2017 |
|
|---|
| Harkitnas, Gubernur Jatim Tekankan Pentingnya Teknologi Digital Aman untuk Generasi Muda |
|
|---|
| Perjalanan Inspiratif Bu Pri Dari Catering Hingga Menjadi Agen BRILink di Sukodono Sidoarjo |
|
|---|
| Plh Wali Kota Surabaya Armuji Pimpin Peringatan Harkitnas ke-118 |
|
|---|
| Pemkot Surabaya Periksa 61 Lapak Hewan Kurban, Satu Sapi Terindikasi Scabies |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Bupati-Sidoarjo-Subandi-2322026.jpg)