Rabu, 8 April 2026

Perang Sarung Jelang Sahur di Gresik, Polisi Amankan 2 Pelajar dan Balok Kayu

Polsek Cerme gagalkan perang sarung di Gresik Jawa Timur jelang sahur, 2 pelajar, balok kayu dan sarung modifikasi diamankan. Simak kronologinya

Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumentasi Polsek Cerme
BARANG BUKTI - Aksi perang sarung yang meresahkan warga di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, berhasil digagalkan aparat kepolisian pada Sabtu (21/2/2026) dini hari, atau menjelang sahur. Ini adalah barang bukti perang sarung yang diamankan Polsek Cerme. 

Ringkasan Berita:
  • Polsek Cerme bubarkan aksi perang sarung di Desa Kambingan, Gresik, Jawa Timur, jelang sahur.
  • Dua pelajar diamankan beserta barang bukti balok kayu dan sarung modifikasi.
  • Polisi imbau orang tua awasi anak saat malam hari untuk cegah tawuran berkedok perang sarung.

 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Aksi perang sarung yang meresahkan warga di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), berhasil digagalkan aparat kepolisian. Dua remaja berstatus pelajar diamankan dalam insiden yang terjadi pada Sabtu (21/2/2026) dini hari, atau menjelang sahur. 

Peristiwa tersebut berlangsung di Jalan Raya Dusun Karangan, Desa Kambingan, Kecamatan Cerme, sekitar pukul 00.10 hingga 01.00 WIB. 

Puluhan remaja tanggung yang hendak melakukan aksi saling serang, kocar-kacir saat petugas tiba di lokasi. 

Kapolsek Cerme, AKP Taufan Arif Nugroho, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan warga terkait kerumunan mencurigakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kronologi Penggerebekan

Saat petugas kepolisian tiba di lokasi, puluhan remaja tersebut langsung berhamburan melarikan diri. Sebagian kabur ke area persawahan yang gelap, sementara lainnya memacu sepeda motor mereka untuk menghindari kejaran petugas. 

“Kami bergerak cepat saat mendapati kerumunan yang melakukan penyerangan. Meski banyak yang melarikan diri, petugas berhasil mengamankan dua remaja di lokasi beserta kendaraan yang tertinggal,” ujar AKP Taufan. 

Kedua remaja yang diamankan diketahui berstatus pelajar. Mereka langsung dibawa ke Mapolsek Cerme untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Polisi juga berencana memanggil orang tua dan pihak sekolah guna memberikan pembinaan.

Barang Bukti yang Disita

Dalam penggerebekan tersebut, polisi tidak hanya mengamankan pelaku, tetapi juga sejumlah barang bukti yang dinilai membahayakan keselamatan. Berikut rinciannya:

  • Satu buah sarung berwarna kuning yang telah dimodifikasi (diikat ujungnya menyerupai pecut).
  • Satu potongan balok kayu berukuran 4x6 sentimeter dengan panjang sekitar 50 sentimeter.
  • Satu unit sepeda motor Yamaha Xeon 125 warna biru bernomor polisi L-2885-**.

Fenomena Perang Sarung

Perang sarung belakangan ini menjadi fenomena yang kerap muncul, terutama di momen bulan Ramadan atau menjelang waktu sahur. Tradisi yang dulunya sekadar permainan anak-anak, kini telah bergeser menjadi aksi tawuran yang berbahaya. 

Berdasarkan data kepolisian di berbagai daerah, modus perang sarung sering kali melibatkan modifikasi alat. Sarung tidak hanya diikat (dipuntir) hingga keras menyerupai cambuk, tetapi sering kali diisi dengan benda tumpul seperti batu, besi atau gir motor di bagian ujungnya.

Benturan dari sarung modifikasi ini dapat menyebabkan luka serius, cacat permanen, hingga kematian.

Di Gresik sendiri, patroli intensif terus dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa akibat kenakalan remaja ini.

Imbauan untuk Orang Tua

Mengingat bahaya yang ditimbulkan, pihak kepolisian meminta peran aktif orang tua dan masyarakat. Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved