Harga Daging Sapi di Surabaya Stabil di Tengah Wabah PMK, Stok Dijamin Aman
Harga daging sapi di Surabaya stabil meski kasus PMK di Jatim naik. RPH Surabaya, jamin stok aman dengan biosecurity ketat.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Harga daging sapi grade bawah di Surabaya, Jatim, berkisar Rp 110 ribu, sedangkan grade atas mencapai Rp 125 ribu hingga Rp 130 ribu per kilogram.
- RPH Surabaya memperketat SOP dan biosecurity termasuk pengecekan SKKH serta sterilisasi kandang untuk mengantisipasi penyebaran virus PMK.
- Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai mendistribusikan 400 ribu dosis vaksin untuk menekan angka kasus PMK yang mencapai 839 kasus di 19 daerah.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Harga sapi potong di Kota Surabaya dipastikan tetap stabil, dan tidak terdampak isu merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melanda sejumlah daerah di Jawa Timur (Jatim).
Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda juga memastikan, bahwa stok daging bagi warga Kota Pahlawan tetap dalam kondisi aman.
Berdasarkan data yang dihimpun SURYA.co.id di sejumlah pasar tradisional, rataan harga daging sapi pada Selasa (3/2/2026) masih berada di angka normal:
- Daging sapi grade bawah, harga dibanderol mulai Rp 110 ribu per kilogram (kg).
- Daging sapi grade atas rata-rata dijual seharga Rp 125 ribu per kg.
Pantauan SURYA.co.id di lokasi, salah satu harga tertinggi terpantau di Pasar Pucang Anom. Di pasar tersebut, harga daging sapi untuk kualitas grade atas menyentuh angka Rp 130 ribu per kg.
Langkah RPH Surabaya Jamin Kualitas Daging
Sebagai pihak yang bertanggung jawab memastikan ketersediaan daging, RPH Surabaya Perseroda selama ini melakukan pengawasan kesehatan ternak secara ketat. Hal ini dilakukan melalui prosedur standar operasional (SOP) yang disiplin, guna menjaga pasokan tetap aman dan layak konsumsi.
Direktur Utama RPH Surabaya Perseroda, Fajar A. Isnugroho, memastikan pengawasan tidak hanya dilakukan untuk mengantisipasi PMK, namun menjadi agenda rutin sebagai bagian dari pengendalian kesehatan hewan.
Fajar menjelaskan, bahwa standar operasional tetap dijalankan dengan ketat.
"Antisipasi terhadap PMK itu standar bagi kami untuk menerapkan SOP," kata Fajar ketika dikonfirmasi SURYA.co.id di Surabaya.
Terlihat di lokasi, salah satu langkah utama adalah memastikan dokumen hewan lengkap sejak dari daerah asal.
"Yang pertama, memaksimalkan pengecekan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari daerah asal. Itu menjadi penting," ujarnya.
Selain pemeriksaan administrasi, RPH juga menerapkan biosecurity dan biosafety secara ketat di lingkungan pemotongan.
Prosedur Sterilisasi dan Pengaruh Harga Impor
Hewan yang datang ke RPH tetap harus mengikuti prosedur pemotongan, meski telah dinyatakan sehat. SURYA.co.id melihat langsung upaya sterilisasi yang dilakukan petugas di area kandang penampungan.
"Kami memastikan kandang, tempat pemotongan, semuanya bersih dan steril. Penyemprotan disinfektan rutin kami lakukan. Ini sudah berjalan sejak 2022 dan sekarang kami tingkatkan lagi," jelas Fajar.
Tidak hanya mengandalkan sapi lokal, pasokan juga didukung sapi impor seperti Brahman Cross. Sapi ini telah dilengkapi sertifikat veteriner dari negara asal, yang menjamin vaksinasi dan kesehatan hewan sebelum dikirim ke Indonesia.
| Pesantren Sunan Kalijaga Surabaya Dapat Bantuan Alat Pengelolaan Sampah |
|
|---|
| Sosok Primus Yustisio, Anggota DPR yang Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur Imbas Rupiah Anjlok |
|
|---|
| Bayi Baru Lahir Ditemukan di Halaman Rumah Warga Jombang, Begini Kondisinya |
|
|---|
| Pengakuan Marfen Siswa MI di Sidoarjo yang Kirim Surat ke Prabowo Soal MBG, Ini Keinginannya |
|
|---|
| KRONOLOGI Penemuan Jasad Penjual Bubur di Mojoagung Jombang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Pasar-Arimbi-sebagai-pusat-daging-di-Surabaya-322026.jpg)