Selasa, 28 April 2026

ASN Pendidikan Jatim Didorong Jadi Talenta Digital Berbasis Dampak Nyata

Peningkatan kapasitas ASN merupakan kebutuhan strategis untuk menjawab tantangan layanan publik yang semakin kompleks di era digital.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Sulvi Sofiana
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim), Aries Agung Paewai saat mengisi Webinar ASN Belajar Seri 3 yang digelar secara daring dengan tema From Digital Skill to Digital Impact, Sabtu (31/1/2026). ASN sektor pendidikan Jawa Timur didorong untuk tidak sekadar menguasai teknologi, tetapi mampu menghadirkan dampak nyata (digital impact) dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan. 

Ringkasan Berita:
  • Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai tegaskan ASN di sektor pendidikan Jawa Timur didorong untuk mampu menghadirkan dampak nyata (digital impact) dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan.
  • Transformasi digital menuntut ASN untuk adaptif, inovatif, dan mampu memberikan layanan publik yang lebih efektif,
  • Talenta digital diukur dari kemampuan ASN memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Aparatur Sipil Negara (ASN) di sektor pendidikan Jawa Timur didorong untuk tidak sekadar menguasai teknologi, tetapi mampu menghadirkan dampak nyata (digital impact) dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim), Aries Agung Paewai, saat menjadi narasumber dalam Webinar ASN Belajar Seri 3 yang digelar secara daring dengan tema “From Digital Skill to Digital Impact”.

Baca juga: Kampanye Pelestarian Lingkungan, Dindik Jatim Inisiasi Zero Sampah Plastik di Sekolah

Informasi yang didapatkan SURYA.co.id, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber kunci dari berbagai lembaga dan dibuka dengan keynote speech oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Ramliyanto.

Tantangan Layanan Publik

Aries menegaskan peningkatan kapasitas ASN merupakan kebutuhan strategis untuk menjawab tantangan layanan publik yang semakin kompleks di era digital.

“Peningkatan kompetensi ASN bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Transformasi digital menuntut ASN untuk adaptif, inovatif, dan mampu memberikan layanan publik yang lebih efektif,” ujarnya kepada SURYA.co.id, Jumat (30/1/2026)

Selain Kadindik Jatim, webinar ini juga menghadirkan Meithiana Indrasari dari BPSDMP Kominfo Surabaya serta Sabriansyah Rizqika Akbar, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Malang.

Teknologi untuk Perbaikan Kualitas Layanan Pendidikan

Dalam paparannya, Aries Agung Paewai menekankan bahwa talenta digital tidak diukur dari seberapa mahir seseorang menggunakan aplikasi, melainkan dari kemampuannya memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan.

“Talenta digital bukan tentang siapa yang paling mahir teknologi, melainkan siapa yang mampu menggunakan teknologi untuk memberi manfaat. Pendidikan Jawa Timur harus hadir menyiapkan itu—dari sekolah, oleh guru, bersama ASN, untuk masa depan generasi kita,” tegasnya.

Ia menjelaskan, digital impact dapat diwujudkan melalui berbagai praktik konkret, seperti guru memanfaatkan data asesmen untuk memetakan capaian murid, kepala sekolah menggunakan dashboard digital dalam menentukan prioritas anggaran, serta ASN menyederhanakan layanan publik melalui sistem digital yang transparan dan akuntabel.

Perubahan Dunia Kerja Kian Cepat

Menurutnya, tantangan ASN saat ini bukan lagi soal bisa atau tidak menggunakan teknologi, tetapi apakah teknologi tersebut benar-benar mampu menyelesaikan persoalan publik.

“Talenta digital adalah pola pikir. ASN harus mampu menganalisis data, menyelesaikan masalah, memperbaiki mutu layanan, dan menciptakan nilai tambah bagi organisasi,” katanya.

Aries juga menyoroti perubahan dunia kerja yang semakin cepat, di mana banyak pekerjaan masa depan berbasis keterampilan, bukan semata ijazah. 

Sementara itu, generasi muda yang dekat dengan teknologi belum tentu produktif secara digital jika tidak diarahkan dengan tepat.

"Program penguatan talenta digital ini, menyasar seluruh ekosistem pendidikan, mulai dari ASN pendidikan untuk peningkatan kualitas layanan publik, guru dan kepala sekolah untuk menciptakan pembelajaran adaptif, hingga peserta didik SMA/SMK agar siap memasuki dunia kerja berbasis teknologi,"ujarnya.

Terapkan Praktek Kerja Digital

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved