Rabu, 3 Juni 2026

Optimalkan Layanan Kesehatan Berbasis RW, Pemkot Surabaya Gandeng IDI

Pemkot Surabaya resmi menjalin kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya, Rabu (28/1/2026).

Tayang:
Surya.co.id/Bobby Constantine Koloway
KOLABORASI KESEHATAN - Pemkot Surabaya resmi menjalin kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya, Rabu (28/1/2026). Melalui penandatanganan kerjasama, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat hingga lingkup paling kecil, yakni tingkat Rukun Warga (RW). 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Surabaya gandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya, memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat hingga lingkup paling kecil, yakni tingkat RW.
  • Kolaborasi ini akan memperkuat pendekatan preventif dan berbasis data dalam penanganan kesehatan warga Surabaya
  • Pemkot juga berupaya memperkuat fasilitas kesehatan dasar seperti Puskesmas Pembantu. Selama ini, Pustu umumnya hanya diisi bidan dan perawat. Ke depan, Pemkot menargetkan adanya dukungan dokter dari IDI.

 

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemkot Surabaya resmi menjalin kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Surabaya, Rabu (28/1/2026).

Melalui penandatanganan kerjasama, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat hingga lingkup paling kecil, yakni tingkat Rukun Warga (RW).

Kolaborasi ini cukup strategis mengingat jumlah RW di Surabaya yang cukup besar, mencakup 1.361 RW.

Dengan anggota IDI Surabaya yang mencapai 7.600 dokter, penguatan tenaga kesehatan bisa optimal.

Perkuat Pendekatan Preventif dan Berbasis Data

Digagas langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, kolaborasi ini akan memperkuat pendekatan preventif dan berbasis data dalam penanganan kesehatan warga.

Cak Eri menegaskan, program ini akan memetakan kondisi kesehatan warga secara detail di setiap RW, mulai dari penyakit menular, penyakit kronis, hingga persoalan stunting dan ibu hamil berisiko tinggi.

“Melalui kerja sama ini, kita akan mendeteksi apa yang ada dalam penyakit di dalam RW itu. Bukan hanya penyakit, tapi terkait kesehatan, apakah itu stunting, ibu berisiko tinggi. Dalam satu RW ada orang sakit apa saja, darah tinggi, jantung, semuanya kita masukkan. Setelah itu akan muncul klaster-klaster masalah kesehatan,” kata Cak Eri ketika dikonfirmasi di sela pertemuan.

Status Kedaruratan Kesehatan Tiap Wilayah

Pantauan SURYA.CO.ID pada pertemuan di ruang kerja Wali Kota Surabaya tersebut, Cak Eri didampingi sejumlah pejabat Pemkot. Di antaranya, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Nanik Sukristina.

Menurut Wali Kota Eri, data tersebut akan dianalisis bersama IDI untuk menentukan status kedaruratan kesehatan di tiap wilayah.

Baca juga: Cegah Kasus Plafon Ambruk Terulang, Wali Kota Surabaya Inventarisasi Bangunan Sekolah Berisiko

Dari situ, Pemkot dapat menyusun program intervensi agar lebih tepat sasaran.

“Nanti dari telaah IDI akan ketahuan, ini darurat apa. Dari situ muncul kegiatan-kegiatan untuk menyelesaikan permasalahan. Output-nya kita lihat," ujar Doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Universitas Airlangga (Unair) ini.

Cak Eri menekankan, indikator keberhasilan kesehatan di Surabaya bukan hanya banyaknya warga berobat.

Namun, juga meningkatnya kesadaran cek kesehatan rutin.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved