Selasa, 19 Mei 2026

Pemkot Surabaya Terbitkan SE Kewaspadaan Dini Superflu H3N2

Pemkot Surabaya terbitkan SE kewaspadaan Superflu H3N2. Kenali gejala klinis dan langkah pencegahannya agar terhindar dari penularan.

Tayang:
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumentasi Pemkot Surabaya
CEK KESEHATAN - Warga melakukan cek kesehatan di fasilitas kesehatan Pemkot Surabaya, Jawa Timur, bebera[a waktu lalu. Mengantisipasi virus Influenza A subtipe H3N2 subclade (Superflu), Pemkot Surabaya mengajak masyarakat waspada melalui surat edaran, Selasa (27/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemkot Surabaya menerbitkan SE No. 400.7.7.1/1001/436.7.2/2026 untuk antisipasi dini penyebaran virus Influenza A H3N2 subclade K.
  • Jawa Timur dan Kalimantan Selatan tercatat sebagai provinsi dengan temuan kasus terbanyak nasional (masing-masing 18 kasus).
  • Masyarakat diminta waspada terhadap gejala demam tinggi (39-41C) dan wajib disiplin prokes serta segera ke faskes jika bergejala.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat menanggapi temuan kasus superflu yang menempatkan Jawa Timur (Jatim) di peringkat teratas nasional. 

Melalui instruksi resmi, warga diminta memperketat protokol kesehatan guna memutus rantai penularan virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K.

Baca juga: Virus H3N2 Superflu Sudah Masuk Jatim, Masyarakat Diimbau Tenang Namun Waspada

Surat Edaran Resmi Terbit untuk Antisipasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.7.1/1001/436.7.2/2026 tentang Kewaspadaan Dini terhadap Penyakit Superflu.

Langkah antisipatif tersebut diambil, guna menghadapi potensi penyebaran virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K yang kini tengah menjadi perhatian medis secara nasional.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menjelaskan bahwa penerbitan SE ini mencermati situasi epidemiologi nasional, dan menindaklanjuti arahan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

"Super flu ini memiliki tingkat penularan lebih cepat, dan berpotensi menimbulkan gejala klinis lebih berat dibandingkan influenza musiman pada umumnya. Karena itu, kewaspadaan dini menjadi kunci," ujar Lilik kepada SURYA.co.id,  Senin (26/1/2026).

Baca juga: Kasus Superflu Jatim Tertinggi Nasional, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Jawa Timur dan Kalsel Catat Kasus Tertinggi

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) periode 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026, tercatat 74 kasus subclade K dari 204 spesimen yang diperiksa. Jawa Timur dan Kalimantan Selatan (Kalsel) mendominasi temuan tersebut dengan masing-masing mencatatkan 18 kasus.

Meski tren nasional menunjukkan penurunan sejak akhir tahun 2025 dan tidak ada penambahan kasus baru pada awal 2026, Pemkot Surabaya tetap memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dan instansi pemerintah. Fokus utama diberikan pada kelompok berisiko tinggi seperti lansia dan penderita penyakit penyerta (komorbid).

Mengenal Gejala Klinis Superflu

Penularan virus H3N2 terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin atau berbicara, serta kontak langsung maupun tidak langsung melalui benda yang terkontaminasi.

Gejala infeksi umumnya muncul mendadak dengan intensitas yang lebih kuat dibandingkan flu biasa:

  • Demam tinggi mendadak (39–41 derajat Celsius).
  • Nyeri otot dan sendi yang hebat.
  • Rasa lemas signifikan dan sakit kepala berat.
  • Nyeri tenggorokan dan batuk kering yang berlangsung lama.

Imbauan bagi Masyarakat Kota Pahlawan

Lilik Arijanto menegaskan, agar masyarakat tidak panik dan tetap tenang. Kunci perlindungan diri adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) baik di rumah, tempat kerja maupun ruang publik.

"Gunakan masker di kerumunan, terapkan etika batuk dan biasakan mencuci tangan dengan sabun. Jika mengalami gejala, segera ke fasilitas kesehatan terdekat dan jangan melakukan pengobatan mandiri tanpa pengawasan medis," tegas Lilik.

Seluruh jajaran OPD, Camat hingga Kader Surabaya Hebat (KSH) telah diinstruksikan untuk melakukan sosialisasi masif guna menjaga kesehatan Kota Pahlawan dari ancaman superflu.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved