SPMB SD-SMP Surabaya 2026 Segera Dibuka, Ini Jadwal dan Pembagian Kuotanya
Perubahan hanya terjadi pada skema penilaian jalur prestasi akademik SMP di Kota Surabaya
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- SPMB Surabaya 2026 dibuka untuk SD & SMP Negeri, uji coba pendaftaran 22–28 Mei dan 15–20 Juni.
- Jalur prestasi akademik SMP kini pakai kombinasi nilai rapor (60 persen) dan Tes Kemampuan Akademik (40 % ).
- Kuota SMP: domisili minimal 40 % , afirmasi 20 % , mutasi 5 % , prestasi 35 % (akademik, lomba, penghafal kitab suci).
SURYA.co.id, SURABAYA — Pemerintah Kota Surabaya segera membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SD dan SMP Negeri. Tahapan diawali dengan uji coba sistem pendaftaran mulai Jumat (22/5/2026) melalui sejumlah jalur penerimaan.
Tahun ini, mekanisme penerimaan secara umum masih sama seperti tahun sebelumnya.
Namun, terdapat perubahan pada jalur prestasi akademik jenjang SMP yang kini menggunakan kombinasi nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Jalur Prestasi Akademik Pakai TKA
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan perubahan hanya terjadi pada skema penilaian jalur prestasi akademik SMP.
"Jadi secara prinsip tidak ada yang berubah dari tahun lalu. Satu yang berubah adalah jalur prestasi akademik yang menggunakan TKA. Yang lainnya sama,” kata Febrina saat bertemu SURYA.co.id di Surabaya, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, jalur prestasi akademik akan memadukan hasil TKA dengan proporsi 40 persen dan nilai rapor sekolah asal sebesar 60 persen.
Pengumuman hasil TKA dijadwalkan pada akhir Mei 2026 oleh pemerintah pusat.
“Hasil TKA sampai hari ini memang belum tayang. Insyaallah tanggal 26 Mei sudah keluar. Saat hasil TKA tayang, kita sudah bisa berhitung. Nilai TKA diproporsikan 40 persen, sisanya nilai rapor,” ujarnya.
Pembagian Kuota SMP
Untuk jenjang SMP Negeri, kuota jalur domisili minimal 40 persen yang dibagi dalam Domisili 1 dan Domisili 2. Jalur afirmasi memperoleh minimal 20 persen, mutasi maksimal 5 persen, serta jalur prestasi sebesar 35 persen.
Kuota jalur prestasi SMP terbagi lagi menjadi tiga subjalur, yakni prestasi akademik maksimal 20 persen, prestasi perlombaan atau pertandingan maksimal 12 persen, serta penghafal kitab suci maksimal 3 persen.
Selain itu, Febrina menyebut jalur afirmasi menjadi prioritas awal penerimaan bagi siswa dari keluarga miskin dan pra miskin yang terdata dalam basis data pemerintah. Jalur afirmasi SMP mendapat kuota minimal 20 persen.
“Di situ masyarakat yang masuk data desil dan data miskin pra miskin menjadi fokus di jalur afirmasi. Kita selamatkan dulu untuk masuk pada tahapan awal,” ujarnya.
Jalur Inklusi
Dispendik Surabaya juga menyediakan jalur inklusi bagi siswa berkebutuhan khusus serta jalur mutasi bagi anak dari orang tua yang pindah tugas ke Surabaya.
“Jalur mutasi diperuntukkan maksimal 5 persen untuk siswa SMP. Itu bagi orang tua yang mendapat penugasan pindah ke Surabaya dan dibuktikan dengan surat keterangan dari perusahaan atau tempat kerja,” jelasnya.
| Sosok Hidayat Nur Wahid, Pimpinan MPR Desak Prabowo Lobi Trump Demi Bebaskan WNI yang Ditahan Israel |
|
|---|
| Brigjen Herry Tinjau TMMD ke-128 Gresik, Jalan Desa hingga RTLH Dikebut |
|
|---|
| JNE Gandeng Unair Gelar Workshop Kreatif, Bahas AI hingga Storytelling |
|
|---|
| Eri Cahyadi Berangkat Haji, Armuji Jadi Wali Kota Surabaya Sementara |
|
|---|
| Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Nekat Bawa Magic Com dan 4 Slop Rokok |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/BERI-PENJELASAN-pendaftaran-mulai-Jumat-2252026.jpg)