DPRD Jatim Minta Pemerintah Serius Stabilkan Harga Kedelai
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta agar pemerintah melakukan upaya lebih agar harga kedelai ini bisa stabil.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Anggota DPRD Jatim Khusnul Khuluk meminta pemerintah melakukan upaya lebih agar harga kedelai ini bisa stabil. Saat ini, harga kedelai impor naik tajam
- Harapannya, kenaikan harga ini tidak terus berdampak terhadap industri tempe yang diketahui menjadi komoditi penting bagi masyarakat
- Pemerintah didorong melakukan penelitian dan pengembangan kedelai lokal agar bisa setara dengan kedelai impor sebagai bahan baku utama tempe.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kenaikan harga kedelai impor yang terjadi belakangan ini, mendapat sorotan tajam dari Anggota DPRD Jatim, Khusnul Khuluk.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta agar pemerintah melakukan upaya lebih agar harga kedelai ini bisa stabil.
Sehingga, harapannya tidak terus berdampak terhadap industri tempe yang diketahui menjadi komoditi penting bagi masyarakat.
"Jadi, memang butuh upaya lebih dari pemerintah," kata Khusnul Khuluk kepada SURYA.CO.ID, saat dihubungi dari Surabaya, Selasa (27/1/2026).
Stabilkan Harga Kedelai
Upaya serius ini ditegaskan Khusnul Khuluk sangatlah penting.
Terlebih, beberapa Minggu ke depan akan memasuki bulan ramadan.
Jangan sampai kenaikan kedelai, berdampak pada harga tempe di pasaran sehingga nantinya bisa membuat masyarakat sambat.
Baca juga: Harga Kedelai di Kediri Rp 11.500 Per KG, Pedagang Waspada Kenaikan Pengaruhi Daya Beli Konsumen
Politisi senior yang juga Anggota Komisi B ini menilai, kenaikan harga kedelai ini sebetulnya sudah klasik. Namun, diakui persoalan kerap kali terjadi.
Khusnul Khuluk mendorong betul agar pemerintah utamanya kementerian terkait dapat melakukan berbagai upaya secara serius untuk membuat harga stabil.
Gunakan Kedelai Lokal
Di samping itu, pria asal Lumajang tersebut juga mendorong pemerintah untuk melakukan penelitian dan pengembangan dengan tujuan agar kedelai lokal bisa setara dengan kedelai impor sebagai bahan baku utama tempe. Karena sejauh ini, kedelai impor masih menjadi tumpuan.
Dengan penelitian dan pengembangan, harapannya pengrajin tempe tidak ragu untuk menggunakan kedelai lokal.
"Paling tidak yang lokal setara dengan yang impor. Kalau kualitasnya tidak setara, kata pembuat tempe itu tidak bisa mengembang," jelas Khusnul Khuluk.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Sosok Jatmiko Dwijo, Adik Bupati Tulungagung Gatut Sunu yang Diduga Tahu Aksi Sang Kakak Peras OPD |
|
|---|
| Kebutuhan Layanan Kesehatan bagi Penyandang dan Keluarga Down Syndrome di Surabaya |
|
|---|
| Sempat Berseteru, Ini Respon Wabup Tulungagung Ahmad Baharudin Soal Bupati Gatut Sunu Ditangkap KPK |
|
|---|
| Cuaca Surabaya Hari Ini Senin 13 April 2026: Cerah Seharian, Suhu Capai 33 Derajat |
|
|---|
| Iran Ungkap Penyebab Perundingan dengan AS di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Politisi-Partai-Keadilan-Sejahtera-PKS-ini-harga-kedelai.jpg)