Minggu, 7 Juni 2026

MinyaKita Langka, Pedagang Pasar Baru Gresik Campur Minyak Goreng Subsidi dan NonSubsidi

Minyak goreng subsidi mulai langka di Pasar Baru Gresik, Jawa Timur, Selasa (20/1/2026).

Tayang:
Penulis: Sugiyono | Editor: irwan sy
Surya.co.id/Sugiyono
MINYAK GORENG SUBSIDI LANGKA - Pedagang minyak goreng di Pasar Baru Gresik. Selasa (20/1/2026), Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Baru Gresik, Edy Chumaidi, mengatakan para pedagang terpaksa membeli minyak goreng subsidi MinyaKita dengan cara blending atau membeli minyak goreng subsidi dengan minyak goreng non subsidi di sub agen. 
Ringkasan Berita:
  • Minyak goreng subsidi MinyaKita langka di Pasar Baru Gresik, Selasa (20/1/2026).
  • Pedagang harus membeli secara blending dengan minyak non subsidi, sehingga tak bisa menjual sesuai HET.
  • Distribusi dibatasi 1.500 dus per bulan, sementara kebutuhan pedagang sangat tinggi.
  • Harga jual naik Rp16.500–Rp17.500/liter; pedagang mengeluh syarat NIB dan NPWP makin rumit.

 

SURYA.co.id | GRESIK - Minyak goreng subsidi mulai langka di Pasar Baru Gresik, Jawa Timur, Selasa (20/1/2026).

Para pedagang harus membeli secara gabungan antara minyak goreng subsidi dengan non subsidi, sehingga dijual lebih mahal dari harga eceran tertinggi (HET).

Baca juga: Pedagang Gresik Ikut-Ikutan Jual Beras Premium Di Atas HET, Mulai Kehilangan Pasokan Minyakita

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Baru Gresik, Edy Chumaidi, mengatakan para pedagang terpaksa membeli minyak goreng subsidi MinyaKita dengan cara blending atau membeli minyak goreng subsidi dengan minyak goreng non subsidi di sub agen.

"Pembelian MinyaKita secara blending ini sudah berlangsung lama. Akibatnya, para pedagang di Pasar Baru Gresik tidak bisa menjual minyak goreng subsidi sesuai HET," kata Edy, Selasa (20/1/2026).

Pembelian Dibatasi

Selian itu, pengiriman minyak goreng subsidi dari distributor juga dibatasi hanya 750 dos setiap bulan hanya 2 kali pembelian.

Masing-masing dos berisi 12 botol minyak goreng subsidi dengan berat 1 liter.

"Dari distributor pembelian dibatasi hanya dua kali pengiriman setiap bulan sebanyak 1.500 dos. Padahal, saya sendiri, setiap hari rata-rata hampir 10 dus terjual. Ini belum pedagang yang lain," katanya.

Akibat kelangkaan minyak goreng subsidi ini, warga Gresik resah sebab harga penjualan minyak goreng subsidi seharusnya Rp 16.000 per liter.

"Para pedagang menjual bisa Rp 16.500 sampai Rp 17.500 per liter minyak goreng subsidi minyak kita," katanya.

Seorang pedagang di Pasar Baru Gresik mengatakan, sulitnya untuk mendapat minyak goreng subsidi MinyaKita, perlengkapan yang harus disiapkan yaitu Nomor Industri Berusaha (NIB) dan NPWP.

"Semakin ribet untuk mendapatkan minyak goreng subsidi, tapi  barangnya langka alias dibatasi. Pembelian harus blending," kata seorang pedagang yang enggen menyebutkan namanya.

Saat berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi instansi terkait di Pemkab Gresik soal kelangkaan minyak goreng tersebut.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved