Senin, 1 Juni 2026

Pembunuhan Mahasiswi di Pasuruan

Bripka Agus dan Suyitno Peragakan 14 Adegan Pembunuhan di Cangar dan Pasuruan

Bripka Agus M Saleman dan Suyitno menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Faradina Amalia Najwa di dua lokasi

Tayang:
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Luhur Pambudi
REKONSTRUKSI - Dua tersangka pembunuhan mahasiswa UMM melakukan rekonstruksi kasus di kawasan Jalan Raya Purwosari, Kauman, Wonorejo, Pasuruan, pada Selasa (13/1/2026). Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, pihaknya berhasil menghimpun sekitar 14 adegan yang diperagakan oleh Bripka Agus dan Suyitno. 

Bripka Agus selama menjalani rekonstruksi mengaku kepadanya, lupa.

"Tapi tadi kami tanya, pelaku enggak ingat beli helm di mana. Mungkin nanti kami cek ulang, kita sisir lagi, biar pelaku ingat," pungkasnya. 

Bawa ATM Korban Berisi Uang Rp 90 Juta


Sementara itu, terungkap bahwa kedua tersangka bersama-sama membunuh korban dengan cara mencekiknya.

"Di arah Cangar. Eksekusi di dalam mobil. Dicekik Agus, Suyit pegangi kaki. Mobil yang nyetir Agus," ujar salah satu narasumber internal yang enggan diungkap namanya, saat dihubungi

Kemudian, selama menyekap korban, para tersangka berhasil memperoleh kartu ATM beserta nomor PIN milik korban. Kartu ATM tersebut berisi uang sekitar Rp 80-90 juta.

Korban terpaksa menyerahkan ATM milik keluarga besarnya karena ketakutan bakal dibunuh oleh para tersangka.

Ternyata, meskipun ATM tersebut diserahkan kepada para tersangka, nyawa korban tetap melayang.

"Korban ketakutan bilang; sampean butuh duit ta mas, jukuken ATM, ini nomor pinnya, aku ojo dipateni. Karena si korban sudah dengar omongan kedua pelaku mau berusaha bunuh korban," katanya. 

Ingin Kuasai Harta Korban

Selama menguasai ATM korban, Bripka Agus cuma berhasil menggunakannya senilai Rp 10 juta untuk membayar berbagai keperluan seperti membayar E-toll, hutang cicilan, dan upah Suyitno senilai Rp 400 ribu. 

"ATM dan pin dibawa isinya Rp 80-90 juta. Tapi yang ditarik Rp10 juta. Buat E-toll BBM, buat bayar cicilan, dan bayar ke suyit Rp 400 ribu, yang sejak awal dijanjikan Rp 5 jutaan," pungkasnya.

Di lain sisi, Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Widi Atmoko mengatakan, motif pembunuhan yang dilakukan Bripka Agus dan Suyitno ditengarai karena menghendaki penguasaan terhadap harta benda korban. 

"Motifnya berdasarkan pemeriksaan, motifnya sudah kami dapatkan yaitu sakit hati dan ingin menguasai harta milik orang," ujar Widi Atmoko. 

Direncanakan Sejak Lama

Ternyata, perbuatan yang dilakukan kedua pelaku telah direncanakan sejak lama. 

Bahkan, mereka juga telah merencanakan menghabisi nyawa korban di rumah Bripka Agus kawasan Tiris, Probolinggo

"Pembunuhannya di daerah Probolinggo," jelasnya. 

Sumber: Surya
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved