Pembunuhan Mahasiswi di Pasuruan
Bripka Agus dan Suyitno Peragakan 14 Adegan Pembunuhan di Cangar dan Pasuruan
Bripka Agus M Saleman dan Suyitno menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Faradina Amalia Najwa di dua lokasi
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Titis Jati Permata
Bripka Agus selama menjalani rekonstruksi mengaku kepadanya, lupa.
"Tapi tadi kami tanya, pelaku enggak ingat beli helm di mana. Mungkin nanti kami cek ulang, kita sisir lagi, biar pelaku ingat," pungkasnya.
Bawa ATM Korban Berisi Uang Rp 90 Juta
Sementara itu, terungkap bahwa kedua tersangka bersama-sama membunuh korban dengan cara mencekiknya.
"Di arah Cangar. Eksekusi di dalam mobil. Dicekik Agus, Suyit pegangi kaki. Mobil yang nyetir Agus," ujar salah satu narasumber internal yang enggan diungkap namanya, saat dihubungi
Kemudian, selama menyekap korban, para tersangka berhasil memperoleh kartu ATM beserta nomor PIN milik korban. Kartu ATM tersebut berisi uang sekitar Rp 80-90 juta.
Korban terpaksa menyerahkan ATM milik keluarga besarnya karena ketakutan bakal dibunuh oleh para tersangka.
Ternyata, meskipun ATM tersebut diserahkan kepada para tersangka, nyawa korban tetap melayang.
"Korban ketakutan bilang; sampean butuh duit ta mas, jukuken ATM, ini nomor pinnya, aku ojo dipateni. Karena si korban sudah dengar omongan kedua pelaku mau berusaha bunuh korban," katanya.
Ingin Kuasai Harta Korban
Selama menguasai ATM korban, Bripka Agus cuma berhasil menggunakannya senilai Rp 10 juta untuk membayar berbagai keperluan seperti membayar E-toll, hutang cicilan, dan upah Suyitno senilai Rp 400 ribu.
"ATM dan pin dibawa isinya Rp 80-90 juta. Tapi yang ditarik Rp10 juta. Buat E-toll BBM, buat bayar cicilan, dan bayar ke suyit Rp 400 ribu, yang sejak awal dijanjikan Rp 5 jutaan," pungkasnya.
Di lain sisi, Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Widi Atmoko mengatakan, motif pembunuhan yang dilakukan Bripka Agus dan Suyitno ditengarai karena menghendaki penguasaan terhadap harta benda korban.
"Motifnya berdasarkan pemeriksaan, motifnya sudah kami dapatkan yaitu sakit hati dan ingin menguasai harta milik orang," ujar Widi Atmoko.
Direncanakan Sejak Lama
Ternyata, perbuatan yang dilakukan kedua pelaku telah direncanakan sejak lama.
Bahkan, mereka juga telah merencanakan menghabisi nyawa korban di rumah Bripka Agus kawasan Tiris, Probolinggo.
"Pembunuhannya di daerah Probolinggo," jelasnya.
| Siasat Licik Bripka AS Pembunuh Mahasiswi UMM Terkuak Saat Rekonstruksi, Upah Suyit Cuma Rp400 Ribu |
|
|---|
| Nasib Bripka AS, Tersangka Pembunuh Mahasiswi UMM Terancam Hukuman Mati dan Dipecat, Kapolda Geram |
|
|---|
| Sosok Kapolda Jatim Irjen Nanang yang Marah dengan Kelakuan Bripka Agus Otaki Pembunuhan Adik Ipar |
|
|---|
| Kapolda Jatim Marah dengan Kelakuan Bripka Agus yang Otaki Pembunuhan Adik Iparnya |
|
|---|
| Kapolres Probolinggo Buka Suara Soal Kasus Bripka Agus Bunuh Mahasiswi UMM yang juga Adik Iparnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/menghimpun-sekitar-14-adegan-yang-diperagakan-oleh-Bripka-Agus-dan-Suyitno.jpg)