Sabtu, 18 April 2026

Pembunuhan Mahasiswi di Pasuruan

Bripka Agus dan Suyitno Peragakan 14 Adegan Pembunuhan di Cangar dan Pasuruan

Bripka Agus M Saleman dan Suyitno menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Faradina Amalia Najwa di dua lokasi

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Luhur Pambudi
REKONSTRUKSI - Dua tersangka pembunuhan mahasiswa UMM melakukan rekonstruksi kasus di kawasan Jalan Raya Purwosari, Kauman, Wonorejo, Pasuruan, pada Selasa (13/1/2026). Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, pihaknya berhasil menghimpun sekitar 14 adegan yang diperagakan oleh Bripka Agus dan Suyitno. 

Ringkasan Berita:
  • Rekonstruksi kasus pembunuhan Faradina Amalia Najwa (21), dua tersangka Bripka Agus M Saleman dan Suyitno memperagakan 14 adegan, Selasa (13/1/2026).
  • Rekonstruksi berlangsung di dua lokasi, kawasan jalan penghubung antara Jalan Cangar, Mojokerto dengan Kota Batu. Lalu  sungai  Jalan Raya Purwosari, Kauman, Wonorejo, Pasuruan, sebagai jenazah korban dibuang
  • Kedua tersangka sudah merencanakan bakal bakal merekayasa kronologi penemuan jenazah sebagai korban pembegalan.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Bripka Agus M Saleman dan Suyitno menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Faradina Amalia Najwa (21) mahasiswi Universitas Muhammadyah Malang (UMM) yang jenazahnya dibuang di sungai kawasan Jalan Raya Purwosari, Kauman, Wonorejo, Pasuruan, Selasa (13/1/2026).

Rekonstruksi tersebut berlangsung di dua lokasi yakni kawasan jalan penghubung antara Jalan Cangar, Mojokerto dengan Kota Batu, sebagai lokasi pertama, sebagai tempat eksekusi korban. 

Baca juga: Nasib Bripka AS Usai Bunuh Mahasiswi UMM Faradila Demi Kuasai Harta, Keluarga Tuntut Dihukum Mati

Kemudian, rekonstruksi berlanjut di lokasi kedua, yakni di sungai kawasan Jalan Raya Purwosari, Kauman, Wonorejo, Pasuruan, sebagai tempat pembuangan jenazah korban. 

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan, pihaknya berhasil menghimpun sekitar 14 adegan yang diperagakan oleh Bripka Agus dan Suyitno. 

Sekap Korban dan Ikat Kedua Kaki Tangannya

Kedua tersangka sudah menyekap korban dengan cara mengikat kedua kaki dan tangan sejak di rumah Bripka Agus kawasan Kecamatan Tiris, Probolinggo

Kemudian, mereka membawa korban menggunakan mobil Mitsubishi Triton doubel cabin berwarna merah milik Bripka Agus untuk dibunuh di Kota Batu. 

Baca juga: Penangkapan Komplotan Pembunuh Mahasiswi UMM Faradila, Tersangka S Diciduk di Pamekasan

Korban dibunuh dengan cara dicekik oleh Bripka Agus. Lalu, jenazah rencananya dibuang di hutan kawasan Cangar Mojokerto. Namun, urung dilakukan para tersangka. 

"Jadi mereka perjalanan dari Probolinggo ke Batu, lalu ke arah Cangar, lalu balik lagi ke Batu, antara Cangar dan Batu korban dieksekusi," ujarnya saat dihubungi,Selasa (13/1/2026). 

Rekayasa Jadi Korban Begal

Jumhur menambahkan, para tersangka semula merencanakan bakal membuang jenazah korban di hutan kawasan Cangar Mojokerto.

Namun, mereka urung melakukannya. Karena, Bripka Agus takut jika jenazah bakalan terlalu lama untuk ditemukan.

Sehingga, lanjut Jumhur, kedua tersangka sudah merencanakan bakal bakal merekayasa kronologi penemuan jenazah sebagai korban pembegalan.

Nah, salah satu siasat agar rencana tersebut benar-benar dapat dilakukan, Bripka Agus berusaha membeli helm baru untuk dipakaikan kepada korban.

"Kata dia, itu dia pikir pokoknya yang masuk akal. Kalau dikondisikan dengan cara sebagai korban begal (pembuangan mayat korban)," katanya.

Namun, Jumhur masih menghadapi kendala belum menemukan lokasi pasti Bripka Agus membeli helm baru untuk melancarkan aksi pembuangan jenazah korban.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved