PDIP Jatim Getol Kritik Opsi Wacana Pilkada Tak Langsung, Ini Alasannya
PDI Perjuangan termasuk yang getol menyuarakan kritikan atau penolakan terhadap wacana opsi Pilkada tidak langsung.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- PDI Perjuangan getol suarakan kritikan atau penolakan terhadap wacana opsi Pilkada tidak langsung. Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Deni Wicaksono sebut wacana ini jadi ancaman serius terhadap kedaulatan rakyat yang telah diperjuangkan.
- Menurut Deni, Pilkada langsung merupakan buah perjuangan reformasi.
- Deni sebut melalui Pilkada langsung yang selama ini berjalan banyak pemimpin inovatif muncul. Seperti Tri Rismaharini di Kota Surabaya. Ganjar Pranowo yang pernah menjadi Gubernur Jawa Tengah
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wacana pemilihan kepala daerah dipilih oleh DPRD atau Pilkada tak langsung saat ini terus bergulir dengan pro kontra.
Hingga saat ini, PDI Perjuangan termasuk yang getol menyuarakan kritikan atau penolakan terhadap wacana opsi Pilkada tidak langsung.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Deni Wicaksono mengkritisi wacana tersebut.
Baca juga: Pro Kontra Wacana Pilkada Dipilih DPRD, Golkar Sikapi Santai Penolakan Parpol Lain
Meskipun sejumlah pihak yang menyetujui wacana ini menggulirkan narasi bahwa Pilkada di DPRD dapat mengurangi beban anggaran penyelenggaraan.
Namun, wacana ini dinilai menjadi ancaman serius terhadap kedaulatan rakyat yang telah diperjuangkan.
PDIP Kritik Keras
Sehingga, PDIP Jatim termasuk yang mengkritik keras bergulirnya wacana perubahan sistem Pemilihan kepala daerah atau Pilkada.
“Jika ditelaah lebih dalam, gagasan ini justru berpotensi menggerus substansi demokrasi Indonesia dan merampas hak konstitusional rakyat,” kata Deni saat dikonfirmasi dari Surabaya, Rabu (7/1/2026).
Menurut Deni, Pilkada langsung merupakan buah perjuangan reformasi.
Sebagai informasi, Jika dilihat dalam sejarah demokrasi di tanah air, kepala daerah memang pernah dipilih oleh DPRD. Pilkada secara langsung baru digelar mulai 2005.
Deni mengingatkan, buah perjuangan reformasi tak boleh dilupakan begitu saja.
“Menghapus sistem ini sama artinya dengan menghapus salah satu capaian paling fundamental dari gerakan reformasi 1998,” jelas Deni yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut.
Berdampak pada Iklim Demokrasi
Deni mengulas bagaimana wacana sistem Pilkada tidak langsung ini bisa berdampak terhadap iklim demokrasi.
Salah satunya, potensi politik transaksional jika pemilihan kepala daerah dilakukan secara tidak langsung. Berbeda halnya dengan Pilkada langsung.
“Pemilihan langsung melibatkan jutaan mata rakyat sebagai pengawas,” ungkqp Deni.
| Hari Pertama Perdagangan Komoditi Indonesia 2026, ICDX: Volume 28.621 Lot, Transaksi Rp130 Triliun |
|
|---|
| 2 Penumpang Avanza Tewas di Tol Jombang-Mojokerto, Sopir Diduga Mengantuk Saat Tabrak Belakang Truk |
|
|---|
| Kenalkan Dua Pemain Asing Baru Asal Brasil, Bernardo Tavares : Persebaya Makin Kompetitif |
|
|---|
| Persebaya Surabaya Resmi Perkenalkan Duo Brasil Bruno Paraiba dan Jefferson Silva |
|
|---|
| Proyek Rumah Pompa Ahmad Yani dan Tengger Kandangan Surabaya akan Dilanjutkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kritikan-atau-penolakan-terhadap-wacana-opsi-Pilkada-tidak-langsung.jpg)