Sabtu, 25 April 2026

Perang Iran vs Israel Amerika

Nasib Sama Benjamin Netanyahu dan Trump yang Ditekan dari Dalam Negeri, Ada yang Disebut 'Pembajak'

Nasib serupa dialami Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. 

Editor: Musahadah
Facebook The White House
SENASIB - Tangkapan layar The White House pada Kamis (10/4/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) berfoto di Ruang Oval, Gedung Putih, pada hari Selasa (8/4/2025). Trump dan Netanyahu kini sama-sama mendapat tekanan dari dalam negeri. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.mendapat serangan dari dalam negerinya masing-masing. 
  • Di Israel, tiga mantan pejabat senior menyebut Netanyahu telah “membajak” Israel dan telah gagal dalam perang melawan Iran.
  • Sementara di AS, kepercayaan publik ke Donald Trump merosot drastis.  

 

SURYA.CO.ID - Nasib serupa dialami Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

Keduanya kini mengalami serangan dari dalam negerinya masing-masing. 

Di Israel, tiga mantan pejabat senior menyebut Netanyahu telah “membajak” Israel dan telah gagal dalam perang melawan Iran.

“Pada malam peringatan 78th kemerdekaan Israel (menurut kalender Ibrani), kita dipaksa untuk mengatakan dengan kepahitan: Israel telah dibajak oleh rezim yang memandang sumber daya negara sebagai milik pribadinya sendiri,” ujar mantan kepala staf tentara Dan Halutz dan Moshe Yaalon, mengutip Anadolu Agency.

Mereka menggambarkan pemerintahan Netanyahu benar-benar terlepas dari kenyataan warganya, bertindak seolah-olah negara itu adalah milik pribadi Netanyahu, istrinya (Sara), dan Miri Regev (menteri transportasi).

Baca juga: Riwayat Penyakit Benjamin Netanyahu hingga Terdeteksi Kanker Prostat, Ini Alasan Baru Akui Sekarang

“Kami meminta masyarakat untuk mengambil kembali kendali negara," lanjutnya.

Lalu, Harian Israel, Maariv, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan Benjamin Netanyahu.

Dalam laporannya, media tersebut memperingatkan bahwa arah kebijakan pemerintah saat ini telah membawa negara ke dalam situasi yang digambarkan sebagai sebuah bencana terbesar sejak pendudukan Palestina.

Maariv menilai bahwa ancaman paling serius yang kini dihadapi Israel bukan hanya berasal dari luar, melainkan dari dalam negeri sendiri.

Keretakan sosial yang semakin dalam disebut sebagai krisis sentral yang berpotensi merusak fondasi negara.

Surat kabar itu bahkan menggunakan istilah 'Kuil Ketiga' untuk menggambarkan simbol ideologis yang terancam runtuh akibat perpecahan tersebut.

Istilah ini merujuk pada gagasan pembangunan kuil Yahudi di kawasan Masjid al-Aqsa.

 Tepatnya di area yang saat ini ditempati oleh Dome of the Rock, mengutip Al Mayadeen, Sabtu (25/4/2026).

Ketegangan di kawasan suci tersebut juga disebut semakin meningkat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved