Antisipasi Super Flu, Wakil Ketua DPRD Jatim : Waspada, Tapi Jangan Panik
Politisi berlatar belakang tenaga kesehatan ini mengharapkan kewaspadaan meningkat. Namun masyarakat tak perlu panik berlebihan.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni mengimbau warga tetap waspada namun tidak panik menyikapi isu yang berkembang terkait super flu.
- Pengalaman menghadapi pandemi sebelumnya mengajarkan bahwa pencegahan adalah kunci utama.
- DPRD Jatim juga mendorong pemerintah daerah dan jajaran dinas kesehatan untuk bisa terus memperkuat sistem surveilans, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, serta edukasi publik yang mudah dipahami masyarakat luas.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Masyarakat Jawa Timur diharapkan tetap waspada namun tidak panik menyikapi isu yang berkembang terkait super flu. Sementara pemerintah daerah diminta untuk memperkuat kesiapsiagaan.
Penegasan ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni menanggapi fenomena super flu atau infeksi influenza A (H3N2) subclade K.
Politisi berlatar belakang tenaga kesehatan ini mengharapkan kewaspadaan meningkat. Namun masyarakat tak perlu panik berlebihan.
Baca juga: Waspada Super Flu, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Minta Pemprov Optimalkan Kewaspadaan
“Setiap potensi munculnya varian flu dengan tingkat penularan tinggi harus disikapi secara ilmiah, terukur dan berbasis data kesehatan yang valid,” kata Sri Wahyuni, saat dikonfirmasi dari Surabaya, Selasa (6/1/2026).
Pencegahan adalah Kunci Utama
Pengalaman menghadapi pandemi sebelumnya mengajarkan bahwa pencegahan adalah kunci utama.
Melalui Penerapan pola hidup bersih dan sehat, menjaga imunitas tubuh, etika batuk dan bersin, serta kesadaran untuk menggunakan masker saat sakit sangatlah penting.
Sri Wahyuni mengatakan, dalam mencegah penularan flu, pola semacam ini tentu sangat penting dilakukan.
Meskipun melalui langkah sederhana semacam ini, namun terbukti efektif untuk menekan potensi penularan penyakit.
Informasi Sumber Resmi
Politisi Partai Demokrat ini juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
Dia meminta agar informasi resmi dipercayakan kepada sumber resmi serta tenaga medis yang kompeten.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, insyaallah Jawa Timur mampu menghadapi tantangan ini,” jelas legislator daerah pemilihan atau Dapil Bojonegoro-Tuban ini
Sementara itu, DPRD Jatim mendorong pemerintah daerah dan jajaran dinas kesehatan untuk bisa terus memperkuat sistem surveilans, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, serta edukasi publik yang mudah dipahami masyarakat luas.
“Tenaga kesehatan harus mendapat dukungan penuh, baik dari segi sarana prasarana maupun perlindungan kerja, agar dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat,” terang Sri Wahyuni.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Malut United Vs Persebaya, Tavares Minta Pemainnya Ekstra Fokus Waspadai Kualitas Tuan Rumah |
|
|---|
| Kisah Pilu Nenek Sukimah di Bojonegoro, Simpanan Emas 34 Gram untuk Ibadah Haji Lenyap Ditipu Orang |
|
|---|
| PDIP Resmi Tunjuk Syaifudin Zuhri Jadi Ketua DPRD Surabaya Jadi Pengganti Adi Sutarwijono |
|
|---|
| Rekam Jejak Syaifuddin Zuhri, Sosok Politisi PDIP yang Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Surabaya |
|
|---|
| Sosok Kaji Ipuk, Calon Ketua DPRD Surabaya Pengganti Adi Sutarwijono |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/waspada-namun-tidak-panik-menyikapi-isu-yang-berkembang-terkait-super-flu.jpg)