Selasa, 19 Mei 2026

Konvoi Berdarah di Gresik: 4 Orang Dikeroyok Gengster, Polisi Amankan 6 Terduga Pelaku

Gengster bersenjata tajam teror Gresik Utara Jatim. 4 warga dikeroyok dan ponsel dirampas. Polisi amankan 6 orang, buru provokator utama.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
istimewa/tangkapan layar
GENGSTER GRESIK - Tangkapan layar video gengster beraksi di wilayah Panceng Gresik, Jawa Timur, Senin (5/1/2026). Sekelompok pemuda yang diduga kuat merupakan kawanan gengster, melakukan aksi sweeping membabi buta dengan senjata tajam pada Minggu (4/1/2026) dini hari. 

Ringkasan Berita:
  • Polres Gresik mengamankan 6 orang (5 di antaranya anak-anak) terkait aksi kekerasan gengster di Sidayu, Dukun dan Panceng, Kabupaten Gresik, Jatim pada Minggu (4/1/2026).
  • Kelompok bersenjata tajam ini melakukan sweeping, mengeroyok 4 warga termasuk penjual nasi goreng, serta merampas sejumlah handphone.
  • Kasatreskrim AKP Arya Widjaya menegaskan, pihaknya tengah memburu otak pelaku yang menjadi provokator dalam aksi anarkis jalanan tersebut.

 

SURYA.CO.ID, GRESIK – Teror kekerasan jalanan kembali menghantui warga di wilayah utara Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim). 

Sekelompok pemuda yang diduga kuat merupakan kawanan gengster, melakukan aksi sweeping membabi buta dengan senjata tajam pada Minggu (4/1/2026) dini hari. 

Akibatnya, empat warga dilaporkan menjadi korban luka-luka dan kehilangan harta benda.

Merespons keresahan masyarakat, Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik bergerak cepat, dan berhasil mengamankan 6 orang yang diduga terlibat dalam rangkaian aksi anarkis tersebut di sejumlah lokasi berbeda.

Kronologi: Dari Kopdar Berubah Menjadi Konvoi Maut

Insiden bermula ketika kelompok pemuda ini menggelar acara kopi darat (kopdar) di wilayah Kecamatan Sidayu. Usai acara, sekitar 20 orang anggota kelompok tersebut melanjutkan agenda dengan konvoi motor besar-besaran.

Bukan sekadar pawai, mayoritas peserta konvoi membekali diri dengan senjata tajam berbahaya. 

"Mereka menggelar konvoi bermotor dengan membawa senjata tajam seperti parang dan linggis," ujar Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, Senin (5/1/2026).

Sweeping Atribut dan Penjual Nasi Goreng Jadi Sasaran

Dalam perjalanannya, konvoi tersebut berubah menjadi aksi pencarian sasaran (sweeping). 

Di Kecamatan Dukun, kawanan ini mengeroyok seorang warga, hanya karena korban mengenakan kaus atribut perguruan yang berbeda.

Aksi brutal berlanjut ke Kecamatan Panceng. Di sana, tiga orang kembali menjadi korban kekerasan. 

Tak hanya menyasar pemuda beratribut, kawanan gengster ini bahkan tega menghajar seorang penjual nasi goreng yang tengah berdagang, lalu merampas telepon selulernya (ponsel).

"Total ada empat korban. Seluruhnya mengalami kekerasan fisik dan perampasan handphone. Motif utamanya diduga karena sentimen atribut, namun berkembang menjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan," papar alumnus Akpol 2015 tersebut.

Polisi Buru Otak Pelaku dan Provokator

Hingga saat ini, pihak penyidik telah memeriksa 6 orang saksi, guna mengungkap rangkaian kejadian secara utuh. Mirisnya, mayoritas dari mereka yang diamankan masih berstatus di bawah umur.

"Satu orang dewasa dan lima lainnya masih anak-anak. Saat ini statusnya masih sebagai saksi terperiksa. Kami juga tengah memburu otak pelaku yang diduga kuat menjadi provokator utama dalam aksi anarkis ini," tegas AKP Arya.

Polres Gresik mengimbau kepada para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas malam anak-anak mereka, agar tidak terjerumus dalam komunitas yang mengarah pada tindakan kriminalitas jalanan.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved