Banjir Akibat Hujan Deras Merusak Jalan Cerme - Benjeng, Warga Gresik Pasang Pot Di Atas Lubang

Lubang di jalan itu sekitar 20 centimeter dan kedalaman 12 centimeter namun sangat membahayakan pengendara motor.

Penulis: Sugiyono | Editor: Deddy Humana
istimewa
POT TANAMAN - Warga menempatkan pot tanaman di atas lubang jalan saat banjir melanda Jalan Raya Dadapkuning Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Kamis (25/12/2025). Banjir kembali melanda jalan raya Cerme-Benjeng akibat hujan deras. 
Ringkasan Berita:
  • Hujan menyebabkan banjir di Kecamatan Cerme dan Benjeng serta merusak jalan antar kecamatan yang membahayakan pengendara.
  • Warga memasang pot tanaman di tengah jalan yang banjir sebagai penanda adanya lubang agar tidak mengakibatkan pengendara terperosok.
  • Jalan rusak di Dadapkuning Cerme merupakan jalur antarkota dan bus Trans Jatim sehingga mendesak untuk diperbaiki agar kerusakan tidak semakin parah.

 


SURYA.CO.ID, GRESIK - Hujan dan banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Gresik mengakibatkan Jalan Raya Dadapkuning, Kecamatan Cerme - Metatu, Kecamatan Benjeng, rusak.

Masyarakat pun terpaksa memberi pengamanan dengan masang pot tanaman di tengah jalan, Kamis (25/12/2025). 

Pot tanaman itu dipasang agar pengendara tidak terperosok ke lubang yang menganga akibat digerus banjir. Banjir itu terjadi akibat luapan Kali Lamong di wilayah Kecamatan Balongpanggang, Cerme dan Benjeng. 

Akibatnya, jalan di depan Balai Desa Dadapkuning dan Puskesmas Dadapkuning, Kecamatan Cerme rusak dan berlubang. Jalan antar kecamatan di Gresik - Lamongan - Mojokerto itu selalu padat kendaraan dan menjadi jalur bus Trans Jatim.

Jalur Padat Kendaraan

Lubang di jalan itu sekitar 20 centimeter dan kedalaman 12 centimeter namun sangat membahayakan pengendara motor.

Salah satu pengguna kendaraan bermotor Muhsin dari Mantub Lamongan mengatakan, akibat musim hujan dan banjir, banyak jalan berlubang yang membahayakan pengendara motor. 

"Terima kasih atas pemasangan pot tanaman di tengah jalan, sehingga pengendara motor lebih aman. Sebab, jalan berlubang itu tertutup genangan air hujan dan banjir," kata Muhsin.

Dengan adanya kerusakan jalan itu, ia berharap segera ada perbaikan karena di sana padat kendaraan. "Kalau  bisa segera diperbaiki, agar tidak ada korban jiwa," katanya. 

Hal yang sama disampaikan Joko, warga Cerme Kidul. Ia mengaku selama banjir dan hujan, jalan di sana rusak karena aspal mengelupas. "Jalan beraspal mengelupas sehingga mengakibatkan lubang yang membahayakan pengendara motor," kata Joko. *****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved