Jemaat Gereja GKJW Sumberpakem Jember Pakai Injil Bahasa Madura sejak 1889

Jemaat GKJW Sumberpakem Jember sudah mengunakan Injil Bahasa Madura sejak tahun 1889.

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: irwan sy
TribunJatim.com/Imam Nahwawi
INJIL BAHASA MADURA: Jemaat Gereja GKJW Sumberpakem Jember, Jawa Timur, saat ibadah Natal, Rabu (24/2025). Jemaat Gereja ini merupakan satu-satunya yang mengunakan Injil Bahasa Madura untuk peribadatan. 

Ringkasan Berita:
  • Jemaat GKJW Sumberpakem Pepanthan Slateng, Jember, merayakan Malam Natal 2025 dengan lagu rohani berbahasa Madura diiringi gitar.
  • Gereja ini menjadi satu-satunya di Indonesia yang menggunakan Injil Berbahasa Madura dalam peribadatan.
  • Injil Madura telah digunakan sejak 1889 sebagai warisan penyebaran Kristen di Jember Utara.
  • Selain Injil, gereja juga melestarikan ratusan kidung pujian berbahasa Madura.

 

SURYA.co.id, JEMBER - Jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Sumberpakem Pepanthan Slateng  di Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, Jember, Jawa Timur, menyanyikan lagu rohani menggunakan bahasa Madura saat perayaan malam Natal 2025, Rabu malam (24/12/2025) pukul 19.00 WIB.

Mereka bernyanyi dengan diiringi musik gitar, hal tersebut membuat suasana perayaan malam Natal para jemaat gereja ini kian meriah.

Jemaah gereja ini merupakan satu satunya di Indonesia, yang mengunakan Kitab Injil Berbahasa Madura untuk kegiatan peribadatan.

Injil tersebut juga sudah terbukukan lengkap sebanyak 1.783 lembar, berisi penjelasan perjanjian lama hingga bab Wahyu di Perjanjian Baru.

Terlihat, di dalam Injil milik umat gereja tersebut perjanjian Lama tertulis perjanjian Kona, sementara perjanjian baru tertulis perjanjian anyar.

Pakai Injil Bahasa Madura sejak 1889

Selain itu, Injil terjemahan Berbahasa Madura tersebut dirancang Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta yang diterbitkan pada 1994.

Gembala Jemaat GKJW Sumberpakem Jember, Pdt Eklesius, mengungkapkan jemaahnya mengunakan Injil berbahasa Madura sejak 1889 ketika Belanda datang menjajah.

"Jadi pengunaan Injil Bahasa Madura di GKJW Sumberpakem sudah berlangsung 143 tahun yang lalu," ujarnya, Kamis (25/12/2025).

Menurutnya, hal itu karena Belanda datang bukan hanya menjajah saja, tetap juga menyebarkan ajaran Kristen di Jember Utara.

"Sejak Belanda datang ke sini, yang awalnya ngurusi perkebunan. Kemudian bertemu pribumi (Pendeta Ebing) yang tertarik dengan kabar suka cita bernama Injil yang menceritakan tentang Yesus Kristus," kata Eklesius.

Setalah Pendeta Ebing dibaptis oleh misionaris Belanda.

Kata Eklesius , pria pribumi tersebut diberi gelar Guru Injil oleh komunitas kristen waktu itu.

"Guru Injil tidak sama dengan pendeta, pemberian gelar Guru Injil karena bisa menggambarkan Injil waktu itu," paparnya.

Lebih lanjut, pengunaan Injil Bahasa lokal dilakukan supaya firman tuhan mudah dipahami oleh masyarakat setempat.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved