Senin, 4 Mei 2026

Ada 2 Skema Penyaluran, Program Makan Bergizi Gratis di Surabaya Tetap Berjalan selama Libur Sekolah

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya dipastikan tetap berlanjut meski memasuki masa libur sekolah.

Tayang:
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: irwan sy
Surya.co.id/Bobby Constantine Koloway
KUNJUNGI DAPUR MBG — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengunjungi SPPG di Kecamatan Wonocolo Surabaya, Rabu (24/12/2025). Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya dipastikan tetap berlanjut meski memasuki masa libur sekolah. 

Ringkasan Berita:
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya tetap berjalan selama libur sekolah.
  • Penyaluran dilakukan melalui dua skema, yakni ke siswa sekolah tertentu dan dialihkan ke posyandu sasaran 3B.
  • MBG untuk ibu hamil, balita, dan ibu menyusui tetap berjalan tanpa kendala di wilayah Wonocolo.
  • Program ini merupakan instruksi pemerintah pusat dan dinilai membantu pemenuhan gizi masyarakat saat libur Nataru.

 

SURYA.co.id | SURABAYA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya dipastikan tetap berlanjut meski memasuki masa libur sekolah.

Pelaksanaan MBG selama periode libur diterapkan melalui dua skema penyaluran, yakni pembagian kepada siswa sekolah dengan mekanisme tertentu serta dialihkan ke posyandu dengan sasaran kelompok 3B, yakni ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.

Baca juga: Survei Sekolah di Surabaya : Siswa Puas dengan Program Makan Bergizi Gratis

Pengelola SPPG Kecamatan Wonocolo, Indra Sukmanadi, menegaskan bahwa program MBG tetap berjalan meskipun aktivitas belajar mengajar di sekolah sedang libur.

Penyaluran dilakukan secara fleksibel dengan menyesuaikan kondisi di lapangan agar manfaat program tetap dirasakan masyarakat.

“Kita kalau hari libur masih memberikan kepada penerima manfaat. Di antaranya kepada posyandu, ibu hamil, anak balita, dan ibu menyusui, dan sebagainya. Selain itu, ada beberapa sekolah juga masih menerima untuk dibagikan ke siswanya. Meskipun libur siswa tetap mendapatkan manfaat,” ujar Indra ketika ditemui, Rabu (24/12/2025).

Ia menjelaskan, selama masa libur, sebagian MBG tetap disalurkan ke sekolah-sekolah yang memungkinkan siswanya hadir untuk menerima makanan.

Penyaluran MBG Dialihkan

Sementara sekolah yang tidak dapat menyalurkan karena siswanya libur sepenuhnya, dialihkan ke sasaran 3B melalui posyandu.

“Jadi dialihkan itu dengan jumlah yang sama seperti biasanya, kurang-lebih begitu. Tapi kalau totalnya mungkin agak berkurang. Mungkin nggak sampai 3.000 penerima. Karena ada beberapa sekolah yang memang tidak bisa menyalurkan kepada siswa yang libur,” katanya.

Camat Wonocolo Muslich Hariadi menjelaskan bahwa pihak kecamatan berperan aktif melakukan koordinasi dengan sekolah-sekolah selama masa libur sekolah.

Namun, ia mengakui adanya kendala karena siswa sudah memasuki masa liburan dan berada di luar rumah.

“Kemarin sebenarnya sekolah bisa menerima. Tapi masalahnya anak-anaknya kan sudah libur. Ada yang keluar kota, ada yang ke rumah neneknya. Jadi tidak bisa kita mewajibkan anak suruh masuk karena libur,” ungkap Muslich ditemui di tempat yang sama.

Ia menambahkan pada hari pertama pelaksanaan, hanya sebagian kecil siswa yang datang ke sekolah meskipun sudah diminta hadir.

Oleh karena itu, kecamatan kembali berkomunikasi dengan pihak sekolah untuk menentukan skema penyaluran yang paling memungkinkan.

Meski demikian, Muslich memastikan bahwa penyaluran MBG untuk sasaran 3B tetap berjalan tanpa hambatan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved