Jumat, 24 April 2026

Pemkab Gresik Target Dua Tahun Lebih Cepat Eliminasi TBC dari Target Nasional

Pemkab Gresik menargetkan dua tahun lebih cepat eliminasi penyakit Tuberculosis (TBC) dari target nasional.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
(Ho/Campus League)/IG @ratna_listy/Willy Abraham
ELIMINASI TBC - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat memberikan sambutan dalam Seminar Kesehatan bertajuk Jaga Diri, Jaga Lingkungan: Waspadai TBC Sebelum Menyebar di GNI, Selasa (9/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Gresik target dua tahun lebih cepat eliminasi penyakit Tuberculosis (TBC) dari target nasional.T ahun 2030 menjadi target nasional menuntaskan zero TBC.
  • Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr Mukhibatul Khusnah sebut pemerintah daerah punya regulasi lengkap terkait penanganan TBC, mulai dari Peraturan Bupati hingga Keputusan Bupati.
  •  Kabupaten Gresik berdasarkan Perbup menargetkan eliminasi TBC tahun 202. Untuk itu, kolaborasi terus digencarkan

 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Pemkab Gresik menargetkan dua tahun lebih cepat eliminasi penyakit Tuberculosis (TBC) dari target nasional.

Berdasarkan data, ada 2.740 kasus TBC sepanjang tahun 2025 di Gresik, dan tahun 2030 menjadi target nasional menuntaskan zero TBC.

Baca juga: Sukseskan Program Cek Kesehatan Gratis, Pemkab Gresik Kerahkan Tenaga Kesehatan ke Pelosok Desa

Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr Mukhibatul Khusnah memaparkan bahwa pemerintah daerah memiliki regulasi lengkap terkait penanganan TBC, mulai dari Peraturan Bupati hingga Keputusan Bupati.

Program Prioritas Asta Cita

Khusnah, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa percepatan eliminasi TBC merupakan bagian dari program prioritas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Eliminasi secara nasional ditarget tahun 2030, sementara Kabupaten Gresik berdasarkan Perbup menargetkan eliminasi TBC tahun 2028, dua tahun lebih cepat dari target nasional. Untuk itu, kolaborasi terus digencarkan,” terangnya.

Baca juga: Pemkab Gresik Sosialisasikan Penerapan KUHP Baru Lewat Seminar Nasional

Lebih lanjut, Khusnah menjelaskan bahwa untuk mencapai target tersebut, maksimal sebaran TBC harus ditekan hingga 65 kasus per 100 ribu penduduk.

Angka saat ini masih berada di 199 kasus per 100 ribu penduduk. Karena itu, pihaknya aktif melakukan temuan kasus sedini mungkin.

Pemkab Gresik telah melibatkan banyak pihak dalam skrining, seperti mengintegrasikan pemeriksaan TBC dengan skrining stunting di Posyandu hingga skrining diabetes.

Saat ini, 10 Puskesmas juga telah mampu melakukan Tes Cepat Molekuler (TCM), sehingga pasien tidak perlu ke RSUD Ibnu Sina.

“Gratis mulai dari pemeriksaan, pendampingan hingga pengobatan. Harapannya tahun 2028 bisa menuntaskan target tersebut. Minimal 90 persen pasien yang ditemukan harus bisa diobati dan angka kematian turun drastis,” tambahnya.

Kolaborasi PWI dan Dinkes

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai kolaborasi PWI dan Dinkes perlu dilanjutkan dalam bentuk kegiatan lapangan, salah satunya menyasar pondok pesantren untuk sosialisasi dan skrining TBC.

“TBC ini menjadi perhatian serius untuk semua pihak, baik pemerintah daerah, puskesmas, jurnalis dan lainnya. Tapi yang paling penting adalah, TBC bisa sembuh,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Gus Yani juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan tempat tinggal dan tempat belajar, termasuk rumah dan asrama. Faktor kelembapan, pencahayaan, dan ventilasi harus diperhatikan agar risiko penularan dapat ditekan. Ia meminta masyarakat segera melapor jika menemukan kasus TBC di lingkungan pesantren atau permukiman.

Selain itu, ia mengajak masyarakat menjalankan pola hidup bersih dan sehat, termasuk olahraga rutin, tanpa memberikan stigma kepada penderita TBC.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved