Komisi D Sikapi Kurangnya Guru Pendamping Khusus di Surabaya
Para siswa inklusi itu mengikuti pelajaran jadi satu dengan siswa reguler di banyak SMPN di Surabaya.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Titis Jati Permata
Ketua Fraksi Gerindra ini menyebut ada banyak siswa tersebar di sejumlah sekolah. Intervensi pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus ini harus dilakukan oleh pendamping.
GPK ini harus memiliki keahlian khusus, baik dari sisi psikologi perkembangan, pedagogi khusus, maupun teknik interaksi belajar yang sesuai.
Pemkot Surabaya didorong untuk memperkuat komunikasi dengan Kementerian Pendidikan dan BKN agar formasi GPK bisa segera dibuka. Terlebih, Surabaya merupakan kota dengan komitmen besar untuk pendidikan inklusif.
“Upaya ini harus terus didorong. Dari audiensi kemarin, SDM sebenarnya sudah siap. Yang dibutuhkan sekarang adalah percepatan agar anak-anak mendapatkan guru yang ideal,” tandas Ajeng.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Gara-gara Santriwati Ngaku Hamil usai Mimpi, Pengasuh Ponpes di Pekalongan Ditangkap, 6 Korban Lapor |
|
|---|
| Presiden Prabowo Beli 1098 Sapi Pakai APBN, Ini Kata Menkeu Purbaya hingga Pandangan MUI |
|
|---|
| Sosok Rima Ristiarni, Lulusan Pertama Prodi S2 PPKn Unesa Berpredikat Cumlaude |
|
|---|
| Kebakaran Rumah Warga Purwoasri Kediri, Diduga Akibat Obat Nyamuk |
|
|---|
| Reaksi Golkar Muncul Lagu MBG Tentang Bahlil Lahadalia: Lagunya Menghibur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kurangnya-guru-pendamping-khusus-GPK.jpg)