Waketu DPRD Surabaya Laila Mufidah Desak Percepat Layanan Program Dandan Omah
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah mendesak agar program Dandan Omah yang sudah berjalan selama ini diakselerasi.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: irwan sy
Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah, mendesak akselerasi program Dandan Omah.
- Pelayanan bedah rumah tidak boleh berlarut-larut; petugas (DPRKPP, RT/RW) diminta lebih peka dan tidak hanya berpatokan pada antrean, tapi pada kondisi tidak layak huni.
- Tahun 2025, Pemkot menganggarkan Rp 89 Miliar untuk membedah 2.069 rumah.
- Program Dandan Omah 2026 diharapkan meningkat dan akan melibatkan pihak ketiga/pengembang (CSR) untuk optimalisasi, selain dukungan dari program pusat (BSPS).
SURYA.co.id | SURABAYA - Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah, mendesak agar program Dandan Omah yang sudah berjalan selama ini diakselerasi.
Program Dandan Omah adalah layanan bedah rumah tidak layak huni (rutilahu) untuk warga Surabaya.
Baca juga: DPRD Surabaya Apresiasi Program Dandan Omah, Realisasi Tahun Depan Akan Libatkan Pengembang
Laila Mufidah menyebut program ini harus disegerakan, tTidak perlu menunggu berbulan-bulan setelah petugas turun mengecek, mendata, mengukur, dan mengestimasi konstruksi bedah rumah.
"Terutama rumah yang sudah 'mengancam' keselamatan penghuninya, layanan bedah rumah harus dipercepat," kata Laila Mufidah, Senin (20/10/2025).
Apalagi saat memasuki musim hujan saat ini, warga yang sudah antre bertahun-tahun atau rumah dengan kondisi tidak layak huni, rapuh, dan bocor harus segera dieksekusi.
Baik dari kasat mata dan tim konstruksi bedah rumah dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) akan tahu. Begitu juga RT, RW, dan LPMK setempat yang harus lebih peka.
"Semua menuntut komitmen dan tanggung jawab bersama. Mari kita memenuhi hak dasar warga Surabaya tinggal di rumah yang nyaman. Tugas Pemkot secara teknis merealisasikannya," kata Laila.
Pimpinan DPRD Surabaya ini akan mengawal ketat agar program Dandan Omah terealisasi secara presisi, berjalan tepat sasaran, dan tidak berlarut-larut.
Laila memberi gambaran riil saat program Dandan Omah itu perlu dilakukan akselerasi layanan.
Warga di Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya malah mendapat beban baru saat rumahnya masuk list Dandan Omah.
Petugas sudah mengecek kondisi rumah hingga mengukur bangunan.
Namun ternyata bedah rumah itu tidak segera dieksekusi.
Sampai akhirnya, keluarga ini harus kos karena rumahnya sudah keburu ambruk.
"Kita mendorong kepekaan lebih tinggi dari aparatur pemerintah. Pasti petugas yang mendapat kepercayaan di lapangan paling paham. Selain itu, kami mengimbau agar RT dan RW harus sering turun ke masyarakat agar tahu kondisi terkini warganya," kata Laila.
| Daftar Kekayaan Silmy Karim, Wamen Imipas yang Serahkan Diri ke KPK Buntut OTT Izin Tinggal WNA |
|
|---|
| Madura United Segera Umumkan Skuad Baru untuk Musim 2026/2027 |
|
|---|
| 2 Siasat Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs Manipulasi Mitra SPPG hingga Mark Up Anggaran Triliunan |
|
|---|
| Rekam Jejak Silmy Karim, Wakil Menteri Imipas yang Menyerahkan Diri ke KPK Imbas OTT di Imigrasi |
|
|---|
| Pemkot Surabaya Pastikan Daging Kurban 2026 Aman dan Layak Konsumsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/program-Dandan-Omah-di-Surabaya-2082024.jpg)