DPRD Surabaya Apresiasi Program Dandan Omah, Realisasi Tahun Depan Akan Libatkan Pengembang

Tahun 2025 ini ada total 2.069 kuota rumah yang dibedah. Bertambah dari tahun sebelumnya 1.600 rumah.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Deddy Humana
surya/Nuraini Faiq
KERJA BARENG - Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan menjelaskan keterlibatan pengusaha dalam program Dandan Omah di Surabaya. 

SURYA.CO.ID, KOTA SURABAYA - Pengembang di Surabaya akan dilibatkan langsung dalam program Dandan Omah alias bedah rumah di Kota Surabaya.

Program bedah rumah yang terus berjalan di Pemkot Surabaya ini diyakini akan makin optimal dengan keterlibatan pengembang.

"Tahun ini Pemkot Surabaya tengah menuntaskan 2.069 dandan omah untuk warganya. Tahun depan diharapkan bertambah karena melibatkan pengembang," jelas Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan kepada SURYA, Minggu (19/10/2025).

Program dandan omah di Surabaya juga makin masif karena selama ini mendapat dukungan pusat.

Pemerintah pusat juga mempunyai program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Pusat juga bisa mengcover tambahan bedah rumah sebanyak 187 unit.

Tahun ini ratusan rumah warga Surabaya yang tidak laik huni itu juga akan dibedah program pusat. "Jadi kolaborasi kota dan pusat untuk memenuhi hak warga mendapat hunian layak lewat bedah rumah," kata Eri.

Program Dandan Omah dari Pemkot Surabaya saban tahun membedah 2.000-an rumah. Utamanya yang mengancam keselamatan penghuni dan tidak memenuhi standar kesehatan akan diprioritaskan.

Selanjutnya akan makin optimal karena selain berkolaborasi dengan pusat juga melibatkan perusahaan dan para pengembang.

Tahun 2025 ini ada total 2.069 kuota rumah yang dibedah. Bertambah dari tahun sebelumnya 1.600 rumah. Kuota ini semua dicover APBD. Dandan Omah ini tidak dirupakan uang, namun sudah barang jadi rumah.

Khusus untuk program Dandan Omah tidak ada efisiensi karena menyangkut hunian dasar warga. Dalam pembahasan perubahan anggaran juga tidak ada rasionalisasi untuk program masyarakat ini.

Dandan Omah diyakini akan makin optimal karena bisa dibantu CSR pihak swasta. Eri yang juga anggota Badan Anggaran dari Fraksi PDIP ini mengapresiasi upaya pemkot untuk menggandeng pihak ketiga dalam pemenuhan hak dasar hunian layak bagi warganya.

Ini adalah semangat membangun kota dengan gotong royong semua stakeholder. Sebagai kota industri dan perdagangan, banyak perusahaan ada di Kota Pahlawan. 

Jika mereka ikut ambil bagian maka program Dandan Omah akan semakin optimal tanpa menggantungkan anggaran APBD untuk. 

Sebelum APBD Perubahan ada anggaran Rp 89 miliar untuk Dandan Omah. Program ini di bawah Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP).

Saat ini, ada 7.789 warga Surabaya masuk dalam list antrean program Dandan Omah Pemkot Surabaya. Mereka mengajukan diri agar tempat tinggalnya yang dinilai tidak layak, dibongkar total dalam program Bedah Rumah.

Selain lewat aplikasi, Bedah Rumah juga bisa diajukan melalui Musrenbang Kelurahan. Eri mendukung agar program Dandan Omah Rumah Tidak Layak Huni itu tidak diusik dalam kondisi apa pun.

Eri mendesak agar program Pemkot terus memprioritaskan program pembangunan untuk warga dengan ekonomi lemah. Apa pun kondisi keuangan daerah, Dandan Omah harus tetap jalan. *****

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved