SURYA Kampus
ITS Dorong Gaya Hidup Sehat : Sadar Deteksi dan Cegah, Kurangi Risiko Kanker dan Prostat
Prof. Bambang mengingatkan, kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, termasuk di Indonesia.
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA – Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, ST., MSc.Eng., Ph.D., menekankan pentingnya pola hidup sehat dan deteksi dini kanker sebagai langkah strategis mencegah penyakit degeneratif yang kian mengancam masyarakat.
Prof. Bambang mengingatkan, kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, termasuk di Indonesia.
“Namun di balik angka itu, ada harapan, ada semangat untuk bertahan. Oleh karena itu, awareness menjadi kunci penting. Semakin banyak yang sadar akan kanker, maka semakin banyak pula yang bisa dicegah dan diselamatkan,” ungkapnya, dalam sambutannya pada Seminar Awam Kesehatan Reproduksi dan Pemeriksaan Kanker Gratis PSA & HPV di Grha Sepuluh Nopember ITS, Kamis (16/10/2025).
Baca juga: Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Pemeriksaan Kanker Gratis Warnai HUT DWP ITS ke-26
Prof. Bambang juga menyoroti bahwa meskipun kesibukan sivitas akademika dalam kegiatan penelitian, publikasi, dan pekerjaan jangan sampai membuat lupa bahwa kesehatan adalah fondasi utama produktivitas.
“Prediksi kita yang sejati berawal dari tubuh yang sehat dan pikiran yang tenang. Kesehatan bukan hal sepele, tapi tanggung jawab pribadi yang tak bisa ditunda,” tegasnya.
Baca juga: BREAKING NEWS Semburan Air di Sungai Rungkut Tengah Surabaya, Ini Penjelasan Dosen ITS
Ia pun menyampaikan pentingnya menjadikan kegiatan ini sebagai pengingat pencegahan jauh lebih murah dan mudah dibanding pengobatan.
“Kami merasa kegiatan ini penting untuk menggugah kesadaran. Jika kanker terdeteksi sejak dini, maka peluang sembuh akan jauh lebih besar,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Rektor ITS juga mendorong agar kegiatan literasi kesehatan diperluas ke setiap fakultas.
Ia mengajak mahasiswa untuk membangun budaya hidup sehat, mulai dari kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki minimal 30 menit sehari, lima kali seminggu, hingga mengelola stres dengan baik.
“Kami bahkan mengadakan tes psikologi bagi mahasiswa karena stres juga bisa berdampak pada kesehatan. Jangan tunggu sakit untuk peduli,” ujarnya.
Baca juga: Alumni ITS Surabaya Siap Periksa Ribuan Bangunan Pesantren di Jatim, Pastikan Keamanan Santri
Ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, tak hanya saat ada gejala, tetapi sebagai bentuk deteksi awal.
“Tanpa semangat untuk sembuh, pengobatan apapun tidak akan berarti. Oleh karena itu, kita harus saling mendukung dan menyebarkan semangat sehat,” tambahnya.
Mewakili Menteri Kesehatan RI, dr. Martha Muliana Lumogom Siahaan, SH., MARS., M.H.Kes., menyampaikan langkah pemerintah dalam memperkuat sistem skrining kanker nasional.
Baca juga: Cegah Kanker Serviks, Dokter FK Unair : Jadikan Pap Smear Gaya Hidup, Periksa Setahun Sekali
Program ini mencakup pelatihan tenaga medis, peningkatan sarana diagnostik seperti USG, serta pelaksanaan vaksinasi HPV di fasilitas layanan kesehatan dasar.
“Pencegahan adalah kunci utama menurunkan angka kematian akibat kanker,” jelasnya.
| Forum Antikorupsi Umsura, KPK Ungkap Maraknya Pelanggaran Integritas di Kampus |
|
|---|
| Overthinking Bisa Jadi Penghambat saat UTBK, Psikolog Unair Bagikan Tips Cara Mengatasinya |
|
|---|
| Sajikan Menu Wonderland, Mahasiswa UK Petra Hadirkan Pengalaman Kuliner Unik |
|
|---|
| Sosok Dwi Hardianti, Anak Penjual Sate yang Lolos SNBP 2026 Berkat Nilai Rapor, Ini Strateginya |
|
|---|
| Untag Surabaya Kukuhkan Dua Profesor, Siapkan Ekspansi Program Magister |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Seminar-Awam-Kesehatan-Reproduksi-di-Grha-Sepuluh-Nopember-ITS.jpg)